Hindari Praktik Korupsi Proyek, Geo Dipa Terapkan E-Procurement

Kompas.com - 23/01/2019, 05:00 WIB
Gas buang keluar dari pipa panas bumi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng yang dikelola PT Geo Dipa Energi di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/4/2013). Potensi panas bumi di Dieng sebagai energi terbarukan sebenarnya sangat besar, yakni mencapai 400 megawatt.KOMPAS / AGUS SUSANTO Gas buang keluar dari pipa panas bumi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng yang dikelola PT Geo Dipa Energi di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Minggu (14/4/2013). Potensi panas bumi di Dieng sebagai energi terbarukan sebenarnya sangat besar, yakni mencapai 400 megawatt.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Geo Dipa Energi (Persero) menerapkan program E-Procurement. Program ini ditujukan untuk membersihkan tata kelola perusahaan.

E-Procurement merupakan sebuah sistem digital untuk pengadaan proyek yang melibatkan Geo Dipa dan para mitranya. Diharapkan dengan penggunaan ini bisa mencegah terjadinya praktik suap dan korupsi.

"Nilai positif yang didapat dari program ini diharapkan Geo Dipa akan lebih dipercaya oleh pemegang saham, pemangku kepentingan serta mitra kerjanya," ujar Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/1/2019).

Baca juga: Perusahaan BUMN Geo Dipa Dukung Kegiatan IMF-World Bank Annual Meeting

Sementara itu, Direktur Keuangan Geo Dipa Energi M Ikbal Nur menambahkan, program ini juga diterapkan dalam rangka transparansi perusahaan.

"Seluruh proses transparan dan penuh tanggung jawab. Kami menuju perusahaan modern," kata Ikbal.

Geo Dipa energi merupakan badan usaha milik negara dibawah Kementerian Keuangan. Perusahaan ini bergerak dalam sektor penghasil energi panas bumi.

Saat ini Geo Dipa mengelola wilayah kerja PLTP Dieng dan Patuha. Kedua PLTP tersebut memiliki kapasitas masing-masing sebesar 60 mega watt (MW).



Close Ads X