OJK: Kehadiran Teknologi Harus Dioptimalkan Penggunaannya

Kompas.com - 23/01/2019, 12:34 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui sesuai menghadiri pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan Jawa Barat 2019 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (21/1/2019).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso bersama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui sesuai menghadiri pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan Jawa Barat 2019 di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Senin (21/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) menilai kehadiran teknologi sangat membantu pekerjaan manusia. Sehingga kehadirannya tidak dapat dihindari oleh siapapun.

"Jadi teknologi tidak bisa kita hindari, karena dia adalah alat yang dipergunakna oleh siapa saja untuk optimalkan utility-nya," kata Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK, Wimboh Santoso dalam acara Antisipasi Disrupsi Teknologi Keuangan Kerja 4.0: Mengendalikan Fintech sebagai Parameter Perekonomian Masa Kini, di Jakarta, Rabu (23/2/2019).

Menurut Wimboh, teknologi sudah merambah ke semua sektor termasuk ekonomi. Pada sisi ini, teknologi dimanfaatkan untuk membantu segala keperluan atau pekerjaan.

"Dalam ekonomi itu ada modelnya bagaimana kita optimalkan resource kita," ujarnya.

Baca juga: Dengan Perkembangan Teknologi, Pakai HP Sudah Bisa Jual Beli Saham...

Dia mengatakan, kehadiran teknologi sudah mengubah beberapa hal. Misalnya saja dulu, seseorang hanya perlu modal dan tenaga kerja untuk menjalankan usaha.

Akan tetapi era sekarang tidak dan membutuhkan sentuhan teknologi.

"Kalau dulu modal dan labour, sekarang enggak. Enggak punya teknologi (tapi) punya modal labour, lewat. Itu investasi yang enggak bisa cepat kita create sehingga sudah waktunya diterapakan. Kita harus optimlkan kehadirannya," imbuhnya.

Selain bidang usaha, sambung Wimboh, teknologi juga sudah ada dalam keseharian seseorang. Teknologi sudah "menjamah" dan membantu hampir segala kebutuhan manusia.

"Kehidupan sehari-hari sudah dengan teknologi. Kalau dulu kita punya anak di luar negeri susah (komunikasi), sekarang monitor bukan hanya telepon tapi video bisa yang penting bisa akses internet," tandasnya.




Close Ads X