5 Perusahaan Bir Tertua di Dunia yang Kini Masih Beroperasi

Kompas.com - 24/01/2019, 16:57 WIB
Perusahaan bir Weltenberg Abbey kelheimPerusahaan bir Weltenberg Abbey

Bahkan sampai saat ini, perusahaan ini masih hadir ditengah masyarakat Jerman.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah, Bir Kaleng Pertama di Dunia Mulai dijual

2. Weltenberg Abbey, Kelheim Jerman

Sama seperti Weihenstephan, perusahaan ini juga didasari pembuatan biara. Awalnya biara dibangun pada 620, dan ketika itu dianggap tertua di Bavaria.

Sampai akhirnya, biara itu terus dibangun dan direnovasi hingga beberapa kali. Pada 1050, secara resmi bir mulai dibuat. Para biarawan mulai menjual bir. Namun, pada 1803 struktur dan bangunan biara dibubarkan beserta industri birnya.

Sekitar 40 tahun kemudian, bangunan dikembalikan seperti sedia kala. Properti dan fungsi dari tempat pembuatan bir dinormalisasi. Sejak 1913, biara itu berdiri sendiri dan terus menjual bir.

Saat ini, tempat ini menyediakan restoran besar dan menyewakannya kepada konsumen. Restorannya menyajikan keju dan bir biara bersama dengan makanan dan minuman lainnya.

Ditempat ini menyediakan aneka bir terdiri dari Dukles Radler, Hefe-Weissbier Alkoholfrei, Hefe-Weissbier Dunkel, Hefe-Weissbier Hell, Kloster Anno 1050, Kloster Asam-Bock, Kloster Barock Dunkel, Kloster Barock-Hell, Kloster Kellerbier Naturtrub, Kloster Oktober-Festbier, Kloster Urtyp Hell, Kloster Winter-Traum, Mai Bock, dan Pils

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Affligem, Belgia

Perusahaan bir Affligem,drinkwire Perusahaan bir Affligem,
Perusahaan ini juga dimulai dengan pembuatan bir biara juga seperti kebanyakan lainnya. Biara berdiri pada 1070 an satu dekade kemudian para biarawan mulai membuat bir Affligem.

Selama beberapa abad berikutnya, para biarawan hidup dengan damai dan terus menyeduh bir mereka.

Namun, sekitar abad ke-14 biara dan tempat pembuatan bir mengalami kerusakan akibat invasi pasukan musuh dan biara sepenuhnya dihancurkan pada 1580.

Para biarawan membangun kembali biara dan tempat pembuatan bir, tetapi terpaksa harus ditutup kembali pada tahun 1794. Biara tak kembali ke lokasi itu sampai dengan 1870-an. Akhirnya, bir mulai diproduksi pada 1885.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.