Mendung Menggelayuti Ekonomi Eropa

Kompas.com - 25/01/2019, 07:29 WIB
Seorang pendukung Uni Eropa mengibarkan bendera Uni Eropa di depan gedung parlemen di London, 13 Juni 2018. AFP / BEN STANSALLSeorang pendukung Uni Eropa mengibarkan bendera Uni Eropa di depan gedung parlemen di London, 13 Juni 2018.

LONDON, KOMPAS.com - Mendung menggelayuti kondisi perekonomian negara-negara kawasan Uni Eropa.

Gubernur Bank Sentral Eropa (Eruropean Central Bank/ECB) Mario Draghi meneskripsikan kian gelapnya perekonomian Eropa dalam konferensi pers setelah pertemuan penyusunan kebijakan pada Kamis (24/1/2019).

Dikutip dari BBC Jumat, (25/1/2019), Draghi mengatakan data-data perekonomian lebih lemah dari prediksi, dan risiko pertumbuhan semakin meningkat.

Dalam pernyataannya, muncul petunjuk yang jelas bahwa ECB akan lebih lama menaikkan suku bunga dari yang telah disarankan sebelumnya. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan mereka adalah perlambatan perekonomian di China serta semakin turunnya dampak dari stimulus kebijakan pemangkasan pajak di Amerika Serikat oleh Presiden Donald Trump.

Baca juga: Bank Dunia: Dampak Ekonomi Brexit Tak Hanya Pukul Inggris dan Uni Eropa

Dia juga menyebutkan kondisi industri otomotif di Jerman yang terdisrupsi peraturan prosedur uji emisi terbaru.

Draghi menjelaskan, ada peningkatan ketidakpastian akibat dari meningkatnya proteksionisme perdagangan. Kurangnya ada kejelasan dari negosiasi Brexit juga menjadi sumber dari ketidakpastian tersebtut.

Draghi mengharapkan tak gangguan signifikan terhadap negara-negara bermata uang Euro akibat Brexit, namun dia juga mengatakan kebutuhan Eropa akan rantai nilai antar batas negara. Namun, dai menyadari beberapa negara akan lebih terekspos dampak efek kepergian Inggris dari Uni Eropa.

Namun, masalah terbesar dari ECB adalah sejauh mana semua masalah tersebut akan berlangsung.

Baca juga: Uni Eropa Rombak Daftar Hitam Negara Surga Pajak

Meski menyampaikan beberapa ketidak pastian terhadap prospek perekonomian Eropa, Draghi mengatakan kepada Dewan Pemerintahan ECB sebagai pihak yang mengabil keputusan kebijakan bahwa kemungkinan terjadinya resesi rendah. Walau mereka tetap membahas adanya risiko tersebut.

Hingga saat ini, kebijakan ECB masih cenderung berada dalam wilayah tidak konvensional akibat dari krisis keuangan Tingkat bunga utamanya masih nol, dan tingkat bunga yang dibayarkan bank untuk deposito berjangka satu malam atau di bawah itu masih negatif selama lebih dari empat tahun belakangan.

Walaupun demikian, normalisasi kebijakan ECB telah dimulai. ECB mulai berhentu pembelian aset keuangan terutama obligasi pemerintah bulan lalu.

ECB pun mulai memberikan beberapa indikasi kapan akan mulai menaikkan sebelumnya. Bank sentral menyatakan, mereka mengharapkan suku bunga utama ECB tetap berada di level saat ini setidaknya selama musim panas 2019, dan selama apapun selama diperlukan jntuk menjaga inflasi di target ke bawahnya, namun mendekati 2 persen.

Hal tersebut tak berubah, namun Draghi mengatakan ada harapan bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi sampai tahun depan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X