YLKI Duga Ada Kartel dalam Kenaikan Harga Tiket Pesawat

Kompas.com - 26/01/2019, 06:04 WIB
Ketua harian YLKI Tulus Abadi saat di Jakarta, Jumat (25/1/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAKetua harian YLKI Tulus Abadi saat di Jakarta, Jumat (25/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menduga ada permainan kartel dalam kenaikan harga tiket pesawat.

"Saya menduga memang ada kartel atau oligopoli karena melibatkan dua perusahaan besar," ujar Ketua Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Tulus mengaku telah dipanggil dewan pertimbangan presiden bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk membahas mengenai kenaikan harga tiket pesawat.

Berdasarkan hasil pengamatannya, kuat dugaan memang ada permainan kartel dalam kenaikan harga tiket pesawat.

Baca juga: Mengapa Harga Tiket Pesawat Mahal?

"Saya kira dugaan itu (adanya kartel) sah dan cukup absah, karena pertama, itu bisa ditenggarai dengan mereka jumpa pers bersama menurunkan bersama, sehingga ada dugaan itu," kata Tulus.

Menurut Tulus, membicarakan soal tarif antar para maskapai merupakan hal yang tabu. Atas dasar itu, dia menilai konferensi pers yang digelar para maskapai secara bersamaan untuk menurunkan harga tiket pesawat merupakan sebuah keanehan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini kan aneh bin ajaib, artinya dugaan terhadap praktik tidak sehat menjadi sangat tinggi walaupun mereka belum menyundul tarif batas atas. Tapi menyundul atau tidak, fenomena ke arah sana jadi sangat besar. Sebenarnya mereka adakan jumpa pers bersama itu jadi blunder karena tidak boleh bicara tarif bersama-sama," ucap dia.

Sebelumnya, Indonesia National Air Carriers Association (INACA) sepakat menurunkan harga tiket pesawat. Keputusan ini diambil setelah mendiskusikannya dengan para maskapai.

“Kita berkomitmen menurunkan harga tiket diikuti komitmen positif para stakeholder,” ujar Ketua Umum INACA I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Jakarta, Minggu (13/1/2019).

Menurut pria yang akrab disapa Ari itu, maskapai dengan stakeholder terkait telah mendiskusikan keputusan ini sejak pekan lalu. Setelah mendengar keluhan masyarakat terkait harga tiket pesawat yang naik, Inaca memutuskan untuk menurunkannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.