Gara-gara "Shutdown," Perekonomian AS Kehilangan Rp 85 Triliun

Kompas.com - 27/01/2019, 06:46 WIB
Petugas pengatur lalu lintas udara (ATC) di Portland, Amerika Serikat, David Heady dan Julie Lytle ketika menerima pizza dari koleganya ATC Kanada. ATC Kanada mengirim pizza setelah petugas ATC AS belum menerima gaji akibat terkena shutdown. ATC Portland via CNNPetugas pengatur lalu lintas udara (ATC) di Portland, Amerika Serikat, David Heady dan Julie Lytle ketika menerima pizza dari koleganya ATC Kanada. ATC Kanada mengirim pizza setelah petugas ATC AS belum menerima gaji akibat terkena shutdown.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Perekonomian AS kehilangan setidaknya 6 miliar dollar AS atau setara sekira Rp 85 triliun gara-gara shutdown alias berhenti berjalannya roda pemerintahan. Shutdown akhirnya diputuskan berakhir sementara pada Jumat (25/1/2019) waktu setempat.

Angka tersebut diestimasikan oleh S&P Global Ratings. Dikutip dari Reuters, Minggu (27/1/2019), kerugian ekonomi tersebut disebabkan hilangnya produktivitas karena para pekerja terpaksa tak bekerja dan aktivitas ekonomi lumpuh.

Pada Jumat waktu setempat, Presiden Donald Trump setuju untuk mengakhiri shutdown yang telah berlangsung selama 35 hari. Shutdown tersebut merupakan yang terlama sepanjang sejarah AS.

Baca juga: Shutdown Pemerintah AS, Ratusan Ribu Pegawai Pemerintah Tak Digaji

Meskipun menyepakati berakhirnya shutdown, Trump tidak memperoleh apa yang dituntutnya dari Kongres, yakni anggaran sebesar 5,7 miliar dollar AS untuk membangun tembok perbatasan.

"Meskipun shutdown ini telah berakhir, hanya sedikit kesepakatan di Capitol Hill (Kongres) yang akan memberatkan keyakinan dunia usaha dan sentimen pasar keuangan," sebut S&P.

Shutdown yang berkepanjangan telah membuat sekira 800.000 pekerja di lingkungan pemerintah federal AS bekerja tanpa digaji. Banyak di antara mereka mengajukan tunjangan pengangguran atau pensiunan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sejumlah pihak pun bersimpati dan memberikan bantuan. Selain bahan makanan, bahan-bahan kebutuhan hidup sehari-hari pun dikumpulkan untuk kemudian disalurkan kepada para pekerja tersebut.

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X