Sosok Eka Tjipta di Mata Prabowo dan Jonan, Para Kawan Lama...

Kompas.com - 28/01/2019, 06:07 WIB
Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto  berbicara sebagai keynote interviewee di di acara “The World in 2019” Gala Dinner yang digelar oleh Majalah The Economist di Hotel Hyatt, Singapura, Selasa (27/11) The EconomistCalon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto berbicara sebagai keynote interviewee di di acara “The World in 2019” Gala Dinner yang digelar oleh Majalah The Economist di Hotel Hyatt, Singapura, Selasa (27/11)

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah tamu VIP hadir melayat ke tempat peristirahatan terakhir pendiri Sinarmas Group, Eka Tjipta Widjaja, di rumah duka Sentosa Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto.

Salah satunya yakni Prabowo Subianto, calon presiden nomor urut 02. Saat ditemui usai melayat di rumah duka, Prabowo mengaku sudah lama mengenal Eka Tjipta semasa muda dulu.

"Saya kenal keluarga Pak Eka, saya kenal Pak Eka juga dari dulu saya masih muda," ujar Prabowo di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (27/1/2019).

Baca juga: Kenangan Sandiaga Dinasihati Eka Tjipta, Kerja Keras dan Pentingnya Jaringan

Meski mengaku sudah kenal lama, Prabowo merasa tak perlu menceritakan pengalaman pribadi bersama Eka Tjipta. Prabowo menganggap, semasa hidupnya Eka memiliki banyak peranan dalam dunia bisnis.

"Karena itu, saya merasa wajib untuk datang, belasungkawa," kata Prabowo.

Selain itu, hadir pula Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan di rumah duka. Jonan menganggap sosok Eka Tjipta merupakan tokoh hebat di Indonesia yang memiliki bisnis moncer. Selain itu, ia juga mengenal sebagian keluarga pendiri Sinarmas itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jonan mengaku salut dengan perjuangan Eka Tjipta yang merintis usaha dari nol dan bertahan dengan kondisi jatuh bangun.

"Orang hebat, membangun usaha dari kecil dan juga sampai besar sekali dan melewati banyak zaman," kata Jonan.

"Saya paling meneladani usaha yang kerja keras dan sungguh-sungguh," lanjut dia.

Eka telah merintis Sinar Mas Group lebih dari 80 tahun, bermula dari kantor kecil yang didirikannya di Makassar. Ia dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Majalah Globe Asia menulis, kekayaannya pada 2018 mencapai 13,9 miliar dollar AS.

Bisnis yang dia miliki cukup beragam,mulai dari pulp dan kertas, jasa keuangan, properti, hingga keuangan.

Terkait meninggalnya Eka Tjipta, Managing Director Sinarmas Gandi Sulistiyanto menyebut taipan tersebut tidak mengidap penyakit serius. Bahkan, ia masih menjalani aktivitas seperti biasa pada Kamis (24/1/2019). Namun, kondisinya menurun pada Jumat (24/1/2019).

“Beliau tidak mengidap penyakit serius apa pun, dia dalam keadaan sehat dan beraktivitas seperti biasanya. Namun, kemarin (25/1/2019), kondisinya mulai menurun, dan tadi malam (26/1/2019), pukul 19.43, beliau mengembuskan napas terakhir,” kata Gandi seperti dilansir dari Kompas.id.

Eka Tjipta meninggalkan 15 anak dari dua pernikahannya dengan almarhum istri pertamanya Trinidewi Lasuki dan istri keduanya, Melfie Pirieh Widjaja.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Cara Menambah Daya Listrik Berikut Rincian Biayanya

Whats New
Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Puncak BBI Berjalan Lancar, Telkom Hadirkan Beragam Dukungan Ekosistem Digital di Flobamora

Rilis
Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Riset NielsenIQ: Tingkat Konsumsi Naik, Tren Pemulihan di Tengah Pembatasan Sosial

Whats New
Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Bank Dunia Rekomendasikan Indonesia Naikkan Tarif Cukai Rokok Untuk Dongkrak Pendapatan Negara

Whats New
Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Ini Strategi Indonesia Hadapi Isu Transisi Dunia Pendidikan ke Dunia Kerja

Rilis
Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Program Padat Karya Bidang Jalan dan Jembatan Serap 273.603 Tenaga Kerja

Rilis
Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Tips Berbisnis Bagi Pemula Ala Bos Grab Indonesia

Whats New
Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Prudential Kukuhkan 40 Calon Pengusaha yang Ikut Program Kewirausahaan

Rilis
 Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Whats New
Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Hati-hati, Ini Konflik Pembagian Harta Warisan yang Rawan Terjadi

Whats New
Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Indonesia Jadi Anggota Dewan FAO, Guru Besar IPB: Bisa Bantu Perbaikan Data Pertanian

Rilis
Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Demi Mobil Listrik, Luhut Resmikan Smelter Nikel Senilai Rp 14 Triliun di Pulau Obi

Whats New
Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Kasus Covid Melonjak, Konvensi Luar Biasa Kadin Tak Mendapat Izin

Whats New
Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Usia Perusahaan Masih Muda, DANA Belum Mau IPO

Whats New
Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Lima Upaya Kemenaker Hapus Bentuk-bentuk Pekerja Anak

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X