Kompas.com - 29/01/2019, 20:44 WIB
Presiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudjaja, di Kantor Pusat Bank OCBC NISP Jakarta, Senin (21/5/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOPresiden Direktur Bank OCBC NISP Parwati Surjaudjaja, di Kantor Pusat Bank OCBC NISP Jakarta, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank OCBC NISP Tbk mencatatkan kenaikan laba bersih 21 persen (yoy) menjadi Rp 2,6 triliun pada 2018 dari Rp 2,2 triliun di 2017 lalu.

Presiden Direktur OCBC NISP Parwati Surjaudaja mengatakan kinerja tersebut merupakan hasil dari penguatan model bisnis dan transformasi yang dilakukan secara konsisten oleh perusahaan di berbagai aspek.

"Komitmen terhadap aspek keberlanjutan dan pembiayaan yang bertanggung jawab mulai memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan,” ujar Parwati melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (29/1/2019).

Baca juga: Kuartal III 2018, OCBC NISP Raup Laba Bersih Rp 2 Triliun

Selain itu, hingga akhir 2018 Bank OCBC NISP membukukan total aset sebesar Rp 173,6 triliun pada akhir tahun 2018 atau tumbuh 13 persen (yoy). Adapun untuk dana pihak ketiga (DPK) tumbuh sebesar 11 persen (yoy) menjadi Rp 125,6 triliun, dari Rp 113,4 triliun pada akhir 2017.

"Pertumbuhan DPK tersebut diimbangi dengan kenaikan penyaluran kredit, yang menjadi fungsi intermediasi Bank OCBC NISP," ujar Parwati.

Pertumbuhan kredit OCBC NISP tumbuh 11 persen (yoy) menjnadi Rp 117,8 triliun pada akhir tahun dari Rp 106,3 triliun tahun lalu. Adapun untuk rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) terjaga rendah sebesar 1,7 persen (gross) dan 0,8 persen (nett).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Bank OCBC NISP Terima Dana Rp 2 Triliun untuk Biayai Proyek Berwawasan Lingkungan

Sebagai catatan, Oktober 2018 International Financial Corporation (IFC), anggota grup Bank Dunia, telah memberikan pembiayaan kepada OCBC NISP sebesar Rp 2 Triliun untuk jangka waktu 5 tahun. Dana tersebut dipergunakan OCBC NISP untuk mendanai proyek-proyek berwawasan lingkungan (green financing), seperti efisiensi energi dan energi terbarukan.

"Hingga akhir tahun 2018, sebagian dana telah dimanfaatkan untuk pembiayaan debitur antara lain yang bergerak di bidang pengelolaan air," sebut Parwati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.