Impor Jagung 3 Kali Dalam 3 Bulan, Ini Penjelasan Pemerintah

Kompas.com - 30/01/2019, 07:37 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019).Kompas.com/Mutia Fauzia Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Keran Impor jagung terus dibuka. Tercatat 3 keputusan impor jagung diambil pemerintah dalam 3 bulan terakhir untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak dalam negeri.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, keputusan diambil lantaran tak terjadinya kekurangan jagung untuk pakan ternak. Akibatnya para peternak berteriak.

"Permintaannya masih banyak dari peternak-peternak kecil dan menengah baik petelor maupun pedaging," ujarnya di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Selasa (29/1/2019).

Baca juga: Menko Darmin: Jika Tak Impor, Harga Jagung Tembus Rp 8.000 Per Kg

Pada November 2018 lalu kata Darmin, pemerintah mendengar bahwa jagung akan segara panen. Oleh karena itu pemerintah memutuskan untuk mengimpor 100.000 ton jagung.

Namun setelah jagung itu diimpor, permintaan masih tinggi. Oleh karena itu pemerintah kembali membuka keran impor 30.000 ton jagung untuk menutup kebutuhan.

Tak disangka, permintaan peternak tak juga berhenti. Padahal sejak November 2018, pemerintah dibisiki jagung akan segara panen dan Indonesia akan secara surplus jagung.

Akhirnya Darmin meminta Bulog dan Kementerian BUMN untuk mengecek langsung ke lapangan, terutama di Jawa. Gubernur pun dilibatkan untuk ikut mengecek dan memberikan data.

Baca juga: Antisipasi Paceklik, Pemerintah Siapkan Skema Serap Gabah dan Jagung

Namun ternyata daerah-daerah tersebut belum akan panen jagung dalam waktu dekat. Darmin tidak menyebut secara gamblang siapa orang atau lembaga yang menyatakan panen jagung akan segara tiba. Darmin menyayangkan hal itu.

"Ada semua angka-angkanya bahwa di Jabar panen itu blum ada, yang sayangnya dibilang sudah ada. Nah ini panen belum ada. Paling-paling panennya itu pertengahan Maret 2019 sementara di Jatim malah April 2019," kata dia.

Akhirnya pemerintah menugasi Bulog untuk kembali mengimpor jagung. Namun pemerintah meminta Bulog untuk tidak mengimpor saat musim panen tiba.

Rencananya dalam waktu dekat, Bulog akan mengimpor 150.000 ton jagung. Dengan begitu, maka total jagung yang impor akan mencapai 280.000 ton.




Close Ads X