Birokrat Tak Ada yang Jadi Pejabat Holding BUMN, Menteri Rini Minta Maaf

Kompas.com - 30/01/2019, 20:00 WIB
Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Rini Soemarno di Bogor, Minggu (2/12/2018)KOMPAS.com/Putri Syifa Nurfadilah Presiden Jokowi dan Menteri BUMN Rini Soemarno di Bogor, Minggu (2/12/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta maaf kepada jajaranya di Kementerian BUMN. Sebab ia tak memberikan jabatan di holding BUMN kepada birokrat.

Rini mengatakan, ia lebih memilih para profesional untuk mengisi kursi pimpinan di holding BUMN. Ia punya alasan tak memilih para birokrat yang ada di Kementerian BUMN.

"Tadi sama minta maaf sama tim saya di Kementerian BUMN," ujarnya di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

"Bukan apa-apa tapi kalau kita memanage korporasi ya lebih baik di manage oleh profesional bukan birokrat," sambung dia.

Baca juga: Holding, Kementerian BUMN Janji Tak Minta Suntikan Dana Negara Lagi

Rini mengatakan, pemilihan para profesional untuk duduk di kursi pimpinan holding BUMN akan menumbuhkan kepercayaan dari para investor.

"Karena mereka komunikasinya akan di level yang sama," ucap Rini.

Saat ditanya target pembentukan holding BUMN, Rini berharap holding perumahan dan infrastruktur bisa rampung pada Februari 2019.

Sementara itu holding BUMN di bidang asuransi, keuangan, pelabuhan, industri strategis serta perbankan ditarget rampung pada April atau Mei 2019.




Close Ads X