Dahsyatnya Kekuatan Milenial Dorong Pertumbuhan Industri Hiburan

Kompas.com - 01/02/2019, 08:11 WIB
IlustrasiThinsktock Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kekuatan generasi milenial menggerakkan perekonomian Indonesia bukan main-main.

Banyak industri di mana milenial berkontribusi sebagai pelaku maupun konsumen, memiliki pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satunya yakni industri hiduran dan ekonomi kreatif.

Pada 2016 saja, kontribusi ekonomi kreatif terhadap perekonomian nasional tercatat sebesar 7,44 persen.

Vice President of Marketing LOKET Ario Adimas atau yang kerap disapa Dimas menuturkan, industri hiburan memang selalu digandrungi di Indonesia. Belakangan juga menunjukkan hasil yang fantastis.

"Market kita dikuasai milenial. Saat milenial spend, mereka punya cara sendiri untuk menikmati apa yang mereka hasilkan dengan menghabiskan uangnya untuk leisure industry, buat hiburan," ujar Dimas di Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Baca juga: Ditopang Teknologi Digital, Industri Hiburan Makin Meroket

"Beda dengan orang dulu yang kalau punya uang cenderung beli tanah, beli emas. Makanya industri hiburan meningkat gila-gilaan," lanjut dia.

Data LOKET mencatat, pada 2018, penjualan tiket festival musik naik hingga 500 persen, tiket kategori MICE naik 200 persen, dan tiket olahraga naik 225 persen. Sementara tiket atraksi hiburan melonjak 250 persen.

Kenaikan itu seiring dengan menjamurnya festival musik hingga kenaikan jumlah pembuat film lokal. Hal ini menjadi gairah tersendiri bagi pelaku industri hiburan untuk semakin banyak menciptakan konten kreatif yang bernilai ekonomi.

"Pertumbuhan ini akan terus berlanjut. Ini masih awal," kata Dimas.

Baca juga: Kembangkan Industri Hiburan, Arab Saudi Gelontorkan Rp 864 Triliun

Dimas mengatakan, untuk menumbuhjan industri tersebut, masyarakat harus dimanjakan dengan kemudahan teknologi. Lagi-lagi, yang paling banyak menguasai teknologi terkini adalah milenial.

Oleh karena itu, perlu mrndorong adaptasi teknologi di setiap kegiatan. Misalnya, untuk sistem penjualan tiket, mengantre di loket sudah mulai ditinggalkan.

Pengunjung lebih sering membeli tiket secara online yang bisa dipesan beberapa hari sebelumnya. Untuk pembelian tiket on the spot, tersedia juga mesin swalayan. 

"Di GIIAS kita pasang ada tiga mesin yang langsung dikoneksi sama pembayaran, EDC, bisa transaksi sendiri, ambil tiket sendiri, masuk sendiri," kata Dimas.

Baca juga: First Media, BOLT dan HOOQ Umumkan Kerja Sama Konten Hiburan

VP Business Development LOKET Anvid Erdian mengatakan, milenilal merupakan pasar terbesar bagi industri hiburan yang terpapar kebutuhan serba instan. Mereka mengandalkan gawai mereka untuk mencari sesuatu atau membeli sesuatu.

Pembayaran tiket juga semakin mudah dengan e-banking. Sebagai generasi yang akrab dengan teknologi, milenial lebih mudah beradaptasi dengan inovasi yang hadir di industri hiburan.

Hal ini yang kemudian mendorong pola pembelian tiket online dan pembayaran cashless semakin populer ke depan.

"Karakteristik milenial yang menyukai nilai praktis dan efisien terpenuh jika transaksi dapat dilakukan cukup dengan menggunakan HP," terang Anvid.

Baca juga: Ekpansi Pasar Dalam Negeri, Passpod Gandeng Tokopedia dan Loket


LOKET, kata Anvid, secara bertajhap telah menerapkan hal ini secara end-to-end untuk memberikan pengalaman terbaik ke konsumen. Tak hanya dari pemesanan, pembelian, dan pembayaran, tapi juga segala transaksi selama event berlangsung.

Semakin mudahnya masyarakat terhubung dengan event hiburan melalui teknologi, maka event creator akan memiliki komunikasi lebih baik dan terlibat langsung dengan konsumen akhir melalui ponsel.

"Konsep self service yang diperkenalkan LOKET juga akan membuat pengelolaan event berskala kecil dan menengah terasa profesional layaknya event skala besar," tutur Anvid.



Close Ads X