Pascamerger dengan SMBCI, BTPN Resmi Beroperasi

Kompas.com - 01/02/2019, 12:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank BTPN Tbk resmi beroperasi sebagai bank baru hasil penggabungan usaha (merger) antara PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI).

Direktur Utama BTPN Ongki Wanadjati Dana mengatakan, BTPN akan menjadi suatu bank universal yang memiliki bisnis lebih lengkap dan melayani segmen nasabah yang lebih luas, mulai dari segmen mass market (ritel) hingga korporasi.

"Bank hasil merger merupakan perpaduan yang ideal antara BTPN yang fokus pada segmen mass market dan usaha kecil dan menengah (UKM), dengan SMBCI yang fokus di segmen korporasi. Kedua bank memiliki segmen dan model bisnis berbeda, tetapi saling melengkapi," kata Ongki ketika memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Baca juga: OJK Keluarkan Izin Merger BTPN-Sumitomo Mitsui Indonesia

Ada tiga strategi utama yang menjadi fokus Bank BTPN paska merger. Pertama, memastikan proses integrasi dan sinergi kedua bank berjalan lancar.

Kedua, fokus dalam mengembangkan bisnis utama yang telah dimiliki kedua bank sebelumnya.

"Kita akan terus mengembangkan bisnis pensiunan, bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah, bisnis pendanaan, perhankan digital melalui BTPN Wow! dan Jenius, serta bisnis korporasi yang sebelumnya dimiliki SMBCI," jelas Ongki.

Dengan merger ini, BTPN memiliki potensi untuk mengembangkan segmen pasar yang belum tersentuh, seperti segmen korporasi menengah dan UKM yang lebih besar (segmen komersial) serta mengembangkan cakupan bisnis ritel.

Baca juga: 2019, BTPN Luncurkan Aplikasi Bisnis untuk UMKM

Ketiga, sebagai pionir di bidang perbankan digital, Bank BTPN tetap konsisten melanjutkan inovasi dan transformasi. lnovasi dilakukan dengan memperbesar skala model bisnis BTPN Wow! dan Jenius sebagai platform untuk melayani segmen nasabah yang lebih luas.

Sementara itu, transformasi dilakukan dengan digitalisasi pada bisnis pensiun, mikro, kecil dan menengah demi meningkatkan produk‘ivitas dan lebih kompetitif.

Pasca merger, terdapat perubahan susunan dewan komisaris dan direksi.

Ongki yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama BTPN, kini menduduki kursi sebagai orang nomor satu. Ia didampingi oleh Kazuhisa Miyagawa sebagai Wakil Direktur Utama, Dini Herdini, Yasuhiro Daikoku, Henoch Munandar, Adrianus Dani Prabawa, Hiromichi Kubo, dan Merisa Darwis. 

Sementara, di jajaran dewan komisaris terdapat Mari Elka Pangestu, Chow Ying Hoong, Takeshi Kimoto, dan Ninik Herlani Masli Ridhwan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.