Go-Jek Dapat Tambahan Modal dari Google, JD.com, hingga Mitsubishi

Kompas.com - 01/02/2019, 14:03 WIB
Suasana ruangan di Kantor Go-Jek, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018).MURTI ALI LINGGA/KOMPAS.com Suasana ruangan di Kantor Go-Jek, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aplikasi transportasi online Go-jek telah menyelesaikan fase pertama dari putaran pendanaan Seri F yang dipimpin oleh Google, JD.com, Tencent, serta beberapa investor lainnya, termasuk Mitsubishi Corporation dan Provident Capital.

Dalam keterangan resminya Jumat (1/2/2019), Go-jek memiliki total gross transaction value (GTV) lebih dari 9 miliar dollar AS dan total volume transaksi setahun mencapai 2 miliar pada akhir 2018.

Kinerja ini mengukuhkan kepemimpinan Go-Jek di layanan pembayaran digital dan pesan-antar makanan. Ekosistem Go-Pay memproses 6,3 miliar dollar AS GTV. Sementara Go-Food memproses 2 miliar dollar AS

GTV di tahun sepanjang tahun 2018 menjadikan Go-Food sebagai layanan pesan-antar makanan terbesar di Asia Tenggara.

CEO Go-Jek Group Nadiem Makarim mengatakan, inovasi mereka berorientasi untuk memecahkan masalah, baik bagi para pengguna maupun mitra.

“Kesuksesan yang telah kami capai hingga hari ini merupakan bukti keahlian dan kejelian Go-Jek dalam menciptakan dampak sosial positif secara luas, dan di saat yang sama juga menciptakan value untuk investor kami," kata Nadiem dalam keterangan tertulis, Jumat (1/2/2019).

"Putaran pendanaan ini juga menunjukkan kepercayaan serta keyakinan investor terhadap kemampuan tim kami dalam mewujudkan visi perusahaan," lanjut dia.

Nadiem mengatakan, dana investasi yang terkumpul akan digunakan untuk memperdalam penetrasi pasar di Indonesia. Go-Jek juga akan memperkuat ekspansi di kawasan Asia Tenggara, setelah peluncuran Go-Jek di Singapura, Go-Viet di Vietnam dan GET di Thailand.

Nadiem menilai, respon masyarakat di negara-negara tersebut sangat positif, bahkan melampaui ekspektasi. Di Vietnam, Go-Viet meraih sekitar 40 persen pangsa pasar layanan transportasi online roda dua dalam tiga bulan setelah diluncurkan di Agustus 2018.

Go-Food di Vietnam telah menjadi pemain utama di antara layanan pesan-antar makanan sejenis lainnya hanya dalam dua bulan setelah diluncurkan di Ho Chi Minh dan menyusul di Hanoi.

Di Singapura, aplikasi Go-Jek versi beta telah dibuka untuk seluruh masyarakat sejak Januari 2019, memberikan pilihan nyata baik bagi pengguna maupun pengemudi.

“Seiring dengan ekspansi internasional perusahaan, kami bangga dapat membawa visi kami ke lebih banyak negara di Asia Tenggara sekaligus menempatkan Indonesia pada peta dunia sebagai pusat inovasi teknologi di kawasan ini. Go-Jek dan afiliasinya kini beroperasi di lima negara yang mencakup 204 kota dan kabupaten di Asia Tenggara," kata Nadiem.

Setelah putaran pendanaan Seri F ini, para pendiri Go-Jek akan tetap memiliki kontrol terhadap pengambilan keputusan dan penentuan arah kebijakan perusahaan. Hal ini dilakukan agar mereka dapat merealisasikan visi jangka panjang perusahaan serta terus melakukan ekspansi dan pengembangan bisnis yang pesat.

Presiden Go-Jek Group Andre Soelistyo mengaku bangga karena memiliki investor yang memahami dan mendukung visi perusahaan.

"Ini merupakan cara paling menarik untuk para investor berpartisipasi pada tahap awal transformasi ekonomi digital di Asia Tenggara, seperti yang ditunjukkan oleh peningkatan pesat dan kepemimpinan Go-Jek di Indonesia yang merupakan pasar terbesar di kawasan ini," kata Andre.

Sementara itu General Manager of Payments and Vice-President leading the Next Billion Users initiative Google, Caesar Sengupta menilai Go-Jek membuat hidup masyarakat Indonesia dan Asia Tenggara lebih mudah. Di saat yang sama, juga meningkatkan peluang ekonomi dalam prosesnya.

"Inilah mengapa kamisangat bersemangat untuk mendukung Go-Jek karena mereka bekerja untuk melayani lebih banyak lagi masyarakat di seluruh Asia Tenggara," ujar dia.



Close Ads X