BTPN Optimistis Bisa Jadi Bank BUKU IV di 2021

Kompas.com - 01/02/2019, 15:07 WIB
Press conference merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk di Jakarta, Jumat (1/2/2019). KOMPAS.com/MUTIA FAUZIAPress conference merger PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah resmi merger dengan PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional ( BTPN) Tbk dan melahirkan bank baru PT Bank BTPN (Tbk), kini bank asal Jepang Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) memiliki 97,43 persen Bank BTPN.

Peleburan BTPN dan SMBC pun menghasilkan total aset Rp 189,9 triliun per Desember 2018. Dengan total kredit sebesar Rp133,25 triliun yang komposisinya masing-masing terbagi separuh antara BTPN dan SMBC.

Selain itu, modal inti perseroan juga tercatat melonjak menjadi Rp 25 triliun. Hal ini membuat perusahaan optimistis bisa masuk dalam kategori Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) IV dua tahun paska merger.

"Setelah digabung modal jadi Rp 25 triliun dan aspirasi jangla panjang pada bank BUKU IV, kami berharap dan memperkirakan kalau tumbuh organik dari laba di tahan, kemungkinan 2021 bisa mencapai tingkat modal BUKU IV," ujar Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

BTPN akan terus memperkuat bisnis yang sejak dulu menjadi bisnis inti perusahaan, yaitu di sektor UMKM sembari membangun bisnis yang selama ini belum disentuh, yaitu korporasi dan UMKM.

Sehingga, paska aksi korporasi, BTPN komposisi penyaluran kredit akan menjadi 50 persen di segmen korporasi dan 5 persen di segmen UMKM sekaligus pensiunan dengan proporsi penyaluran kredit 15 persen dari total aset bank hasil merger.

"BPTN akan terus memperkuat bisnis spesial yang dipunya sekarang, yaitu UMKM dan memang ada rencana ke segmen yang belum pernah tersentuh dan menjadi core bisnis SMBC yaitu korporasi dan ritel," ujar Onny.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X