Kompas.com - 01/02/2019, 17:12 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang tengah dilanda kekurangan tenaga kerja. Dikutip dari AFP, Jumat (1/2/2019), data terakhir menunjukkan, setidaknya terdapat 161 pekerjaan untuk 100 pencari kerja di Jepang.

Ketimpangan antara pekerjaan dan jumlah pencari kerja tersebut adalah yang terbesar sejak 1973.

Sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia, data Kementerian Ketenagakerjaan setempat menunjukkan, rasio atau perbandingan antara tenaga kerja dan jumlah pekerjaan di Jepang semakin meningkat pada Desember 2018. Setidaknya, terdapat 163 pekerjaan tersedia untuk 100 orang yang tengah mencari kerja.

Pasar tenaga kerja Jepang tengah mengalami pengetatan dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan semakin merosotnya jumlah tenaga kerja serta populasi penduduk tua yang semakin meningkat dan jumlah kelahiran yang cenderung rendah.

Tingkat pengangguran Negeri Sakura pun terus terjaga rendah pada Desember 2019, yaitu 2,4 persen, lebih rendah 0,1 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Bersamaan dengan masalah kurangnya tenaga kerja, Jepang juga tengah berupaya untuk menghalau deflasi. Bulan lalu, bank sentral setempat, Bank of Japan telah menurunkan proyeksi inflasinya untuk tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2019 menjadi 0,9 persen dari yang sebelumnya 1,4 persen.

Perekonomian Jepang pun terus merosot dalam tiga bulan belakangan sejak September lantaran bencana alam yang memengaruhi pengeluaran domestik dan ekspor. Namun, analis menilai, indikator-indikator perekonomian akan kembali normal pada kuartal terakhir karena kondisi perekonomian global yang membaik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.