Cegah Nasabah 'Pengemplang,' Asosiasi Fintech Manfaatkan Blockchain

Kompas.com - 04/02/2019, 14:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) akan membuat sebuah sistem untuk berbagai data hitam nasabah dengan riwayat kredit yang buruk. Sistem tersebut menggunakan teknologi blockchain.

Wakil Ketua AFPI Sunu Widyatmoko mengatakan, hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi nasabah-nasabah yang memang berniat buruk atau melakukan pengemplangan terhadap pinjaman online atau fintech peer to peer lending (P2P lending).

"Kita ada proyek blacklist sharing atau fraud, sebuah sistem tertentu memakai teknologi blockchain," ujar Sunu di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Baca juga: Ada Fintech Pinjaman Onlige Legal Nakal, Laporan ke Alamat Berikut

Selain blacklist sharing, AFPI bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga membuat pusat data fintech P2P lending. Melalui pusat data ini, seluruh transaksi yang dilakukan melalui pinjaman online legal akan didata oleh OJK, sehingga akan diketahui debitur-debitur yang melakukan transaksi pada lebih dari satu penyedia jasa pinjaman online.

Dengan demikian, pelaku industri jadi lebih mengenali riwayat kredit dari nasabah yang akan diberi pinjaman tanpa harus mengakses data-data pribadi nasabah.

"Di bawah POJK 77, OJK berhak menarik data informasi yang dibutuhkan, dan OJK dapat menginformasikan ke AFPI terkait pinjaman yang telat bayar, kemudian peminjam yang memiliki pinjaman berlebih, dan kemudian infromasi lain terkait peminjam yang berguna bagi bisnis kami," jelas Sunu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.