PBB Ingatkan Dampak Perang Tarif AS-China ke Ekonomi Dunia

Kompas.com - 05/02/2019, 19:28 WIB
Ilustrasi perang dagang Thinkstock.com/andriano_czIlustrasi perang dagang

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pejabat perdagangan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) memperingatkan rencana AS untuk menaikkan tarif terhadap produk-produk dari China pada bulan Maret 2019 akan memberikan dampak masih ke perekonomian global.

Dikutip dari BBC, Selasa (5/2/2019), AS berencana menaikkan tarif terhadap barang-barang dari China apabila tidak ada kemajuan negosiasi perdagangan pada 1 Maret 2019 mendatang. Komentar PBB tersebut menyusul laporan badan perdagangan PBB terkait dampak perang dagang AS-China.

Badan PBB tersebut menyatakan, negara-negara Asia akan menjadi pihak yang paling menderita karena kebijakan proteksionisme.

AS dan China memiliki tenggat waktu, yakni pada 1 Maret 2019 untuk menyepakati perjanjian perdagangan. Kalau tidak ada kesepakatan, AS menyatakan bakal menaikkan tarif terhadap produk-produk China senilai 200 miliar dollar AS dari 10 persen menjadi 25 persen.

Baca juga: Negosiasi Perang Dagang, AS dan China Sebut Ada Kemajuan Luar Biasa

Badan perdagangan PBB, United Nations Conference on Trade and Development (Unctad) memperingatkan bakal ada kerugian besar apabila perang dagang kian memanas.

"Implikasinya akan masif. Implikasi kepada keseluruhan sistem perdagangan internasional akan sangat negatif," kata Pamela Coke-Hamilton, kepala perdagangan internasional Unctad.

Coke-Hamilton menjelaskan, negara-negara yang lebih kecil dan miskin akan susah payah menghadapi guncangan eksternal. Biaya perdagangan AS-China yang lebih tinggi akan membuat perusahaan-perusahaan menjauh dari rantai pasok Asia timur saat ini.

Baca juga: Perang Dagang, BKPM Rayu Pabrik Mebel di China Pindah ke RI

Dalam laporannya, Unctad mengestimasikan bahwa produsen-produsen di kawasan Asia timur akan terpukul paling keras. Ekspor di kawasan tersebut diproyeksikan terkontraksi sebesar 160 miliar dollar AS.

Namun demikian, Unctad juga memperingatkan bahwa dampak perang dagang akan dirasakan di mana-mana.

"Akan ada perang dan devaluasi nilai tukar, hilangnya lapangan kerja dan tingginya pengangguran, serta yang lebih penting adalah efek tular atau efek reaksioner," sebut Coke-Hamilton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.