KILAS EKONOMI

Mentan Minta Bulog Serap Hasil Panen Jagung Petani

Kompas.com - 06/02/2019, 15:47 WIB
Mentan Amran memberikan bantuan bibit jagung untuk Kabupaten Lamongan sebanyak dua kali lipat dari tahun lalu.Dok. Humas Kementan Mentan Amran memberikan bantuan bibit jagung untuk Kabupaten Lamongan sebanyak dua kali lipat dari tahun lalu.

KOMPAS.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) dapat membantu menyerap hasil panen jagung petani jagung saat panen raya.

"Dengan menyerap hasil panen jagung petani maka bisa menjadi buffer stock (persediaan ekstra)," kata Mentan Amran saat menghadiri acara panen raya jagung di Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Kabupaten Lamongan, Rabu (6/2/2019). 

Lebih lanjut, Mentan juga berharap dengan tibanya masa panen jagung ini, petani dapat menyuplai kebutuhan jagung peternak baik yang berada di wilayah Lamongan maupun di kabupaten lainnya.

Hal itu sekaligus menegaskan bahwa Kabupaten Lamongan merupakan salah satu sentra pertanaman jagung di Jawa Timur. 

Perlu diketahui, selain petani jagung, profesi yang diuntungkan dalam panen raya ini adalah peternak ayam. Oleh karena itu, Mentan berharap petani jagung serta peternak ayam dapat menikmati masa panen raya jagung saat ini melalui mekanisme distribusi dan stok yang baik.

Salurkan bantuan

Dalam kegiatan panen raya tersebut, Mentan pun menambahkan bantuan bibit jagung untuk Kabupaten Lamongan sebanyak dua kali lipat dari tahun lalu.

Bantuan ini pun nantinya akan memberikan efek domino yang baik terhadap ternak ayam petelur di Kabupaten Blitar. Hal tersebut mengingat Kabupaten Blitar sebagai salah satu sentra ternak ayam petelur akan membutuhkan pakan jagung dengan kebutuhan yang sangat tinggi.

Sebagai langkah konkret memberi kepastian pasar pada petani dan memenuhi kebutuhan akan jagung peternak ayam Blitar, Mentan secara spontan berinisiatif membuatkan kesepakatan antara kedua Kabupaten.

Kesepakatan pembelian jagung ini akan menjembatani keduanya, dengan Bulog berada di tengah untuk mengatur penyerapan jagung dan pasokan dari Lamongan ke Blitar.

"Ini model baru, enggak usah pulang ambil stempel. Kertas kesepakatan ini tolong masing-masing dibawa pulang. Traktor dan dryer kami bantu kirim ke sini, hasilnya kirim ke Blitar," jelas Amran. 

Untuk memuluskan kesepakatan ini, Amran pun menyiapkan minimal 20 dryer (mesin pengering jagung) dengan kekuatan 10 ton per 8 jam. Kendali mesin ini pun ada pada Dinas Pertanian dan Bulog sehingga dapat dipastikan jagung petani diserap Bulog dan hasilnya akan dikirim ke Blitar.

Selain dryer, Mentan juga memastikan pemerintah akan memberikan bantuan 10 traktor roda empat serta 5 unit alat panen. 

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X