2018, Pelita Samudera Shipping Catat Pendapatan 63,5 Juta Dollar AS

Kompas.com - 06/02/2019, 16:31 WIB
Ilustrasi kapal barang. SHUTTERSTOCKIlustrasi kapal barang.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) melaporkan total pendapatan (nonaudit) sebesar 63,5 juta dollar AS pada tahun 2018. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pada tahun 2017 yang mencapai 49 juta dollar AS.

Imelda Agustina Kiagoes, Sekretaris Perusahaan Pelita Samudera Shipping mengatakan, capaian kinerja pendapatan ini adalah yang tertinggi dalam 5 tahun. Pendapatan ini didorong kinerja harga batu bara thermal global yang solid dan kenaikan konsumsi domestik batu bara thermal.

Selain itu, perseroan juga melanjutkan ekspansi armada sejak 2016. Lini bisnis Kapal Tunda dan Tongkang (TNB) menyumbangkan sekitar 55 persen dari pendapatan nonaudit perseroan di tahun 2018.

Kemudian, diikuti oleh kontribusi dari Fasilitas Muatan Apung (FLF) sekitar 40 persendan Kapal Induk (MV) sekitar 5 persen.

"TNB melaporkan kenaikan yang signifikan dalam volume angkutan batu bara dari sekitar 9,8 juta metrik ton di tahun 2017 menjadi sekitar 12,9 juta metrik ton di tahun 2018, yang mencerminkan kenaikan sekitar 32 persen atau kenaikan sekitar 3,1 juta metrik ton," ujar Imelda dalam pernyataannya, Rabu (6/2/2019).

Baca juga: Pelita Samudera Shipping Tuntaskan Pembelian Kapal Baru

Adapun FLF mencatatkan volume sebanyak 20,3 juta metrik ton di tahun 2018, pascadivestasi satu unit FLF “Ratu Barito” di September 2018, sedikit lebih rendah dibandingkan dengan 20,4 juta metrik ton yang ditangani selama tahun 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lini bisnis baru MV yang baru saja mulai beroperasi dengan 1 unit kapal kelas Handysize sejak Maret 2018 telah berhasil menyumbangkan volume sekitar 280.000 metrik ton di tahun 2018.

"Secara keseluruhan, total volume yang ditangani oleh PSS di tahun 2018 berhasil melampaui 33 juta metrik ton, dengan pencapaian sebesar 33,5 juta metrik ton dibandingkan dengan sekitar 30,2 juta metrik ton di tahun 2017 atau tumbuh sebesar 11 persen," jelas Imelda.

Baca juga: Ekspansi Bisnis, Pelita Samudera Shipping Tambah 2 Kapal Baru

Di akhir tahun 2018, PSS telah berhasil menambah satu lagi kapal kelas Handysize bernama “Dewi Ambarwati” seharga 9,6 juta dollar AS dan baru-baru ini menandatangani Perjanjian Jual-Beli (SPA) untuk kapal kelas Supramax pertamanya senilai 10,5 juta dollar AS pada tanggal 25 Januari 2019.

Realisasi dari tambahan armada ini akan menaikkan kapasitas angkut MV Perseroan dari awalnya 30.000 DWT menjadi 110.000 DWT, sejalan dengan strategi PSS untuk mendukung kebutuhan logistik Indonesia untuk sektor Energi dan Pertambangan.

Ekpansi armada berkelanjutan akan membantu PSS untuk mencapai target pertumbuhan organik sebesar 25-30 persen di tahun 2019.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.