Simak, 5 Cara Pintar Kelola Keuangan dengan Pasangan

Kompas.com - 06/02/2019, 17:00 WIB
Ilustrasi pasangan SHUTTERSTOCK Ilustrasi pasangan

KOMPAS.com - Topik perihal keuangan dipandang sebagai topik yang sangat pribadi untuk dibicarakan, termasuk pula dengan pasangan.

Sebuah studi yang dilakukan para ahli di University of Wisconsin-Madison, AS terhadap 100 pasangan yang telah menikah menyimpulkan bahwa dibandingkan isu-isu non-keuangan, konflik di dalam pernikahan terkait keuangan bersifat lebih problematik dan sulit untuk diselesaikan.

Untuk menghindari masalah seperti itu, Anda harus memprioritaskan komunikasi yang terbuka dan jujur dengan pasangan. Tak hanya itu, Anda dan pasangan pun harus menciptakan kebiasaan keuangan yang baik.

Dikutip dari Popsugar, Rabu (6/2/2019), berikut ini adalah 5 cara pintar mengelola keuangan dengan pasangan.

1. Diskusikan setiap belanja, meski kecil

Pakar belanja konsumen di Mint, Kimmie Greene mengungkapkan, tak pernah ada istilah terlambat untuk membangun komunikasi yang sehat dengan pasangan terkait keuangan.

"Pada tahap awal hubungan dengan pasangan, mulailah berbicara tentang keuangan," sebut Greene.

Anda bisa melakukannya dengan mendiskusikan anggaran ideal untuk menghabiskan akhir pekan atau rencana belanja ketika memperoleh bonus. Membicarakan tentang belanja, meski yang terkecil sekalipun, akan membantu Anda dan pasangan mempersiapkan diri untuk pembelian yang nilainya lebih besar, misal mobil atau rumah.

2. Jujur tentang kekurangan masing-masing

Anda dan pasangan harus mendiskusikan tentang tantangan yang masing-masing dihadapi untuk mencapai tujuan keuangan bersama. Jujurlah tentang kekurangan finansial Anda kepada pasangan, misalnya cicilan kartu kredit atau utang lainnya.

Para pakar meyakini cara ini membantu Anda dan pasangan untuk tak terkejut di kemudian hari terkait pengeluaran. Selain itu, dengan saling jujur seperti ini, Anda bisa membuat rencana dan solusi bersama.

3. Fokus menabung, bukan belanja

Ketimbang berbicara tentang berapa pengeluaran Anda setiap bulannya, bicaralah dengan pasangan tentang berapa besar tabungan Anda per bulan. Greene mengungkapkan, Anda dan pasangan kemudian bisa sepakat mengenai besaran tabungan setiap bulannya.

"Ini membantu mengurangi tekanan yang bisa menyebabkan stres terkait pengeluaran individu. Sepanjang Anda mencapai tujuan menabung Anda, berapapun belanja Anda pasti tak jadi masalah," ungkap Greene.

4. Tak selalu membagi pengeluaran 50-50

Bagus jika Anda dan pasangan membagi pengeluaran sama rata. Namun, ide ini tidak selamanya harus dilakukan.

"Saling mendiskusikan pengeluaran bersama dan pertimbangkan pendaparan Anda masing-masing, untuk menentukan apakah pengeluaran dibagi rata atau berdasarkan persentase sesuai keseluruhan pendapatan," saran Greene.

Ia memberi contoh, apabila pendapatan pasangan 25 persen lebih tinggi dari pendapatan Anda, maka ia harus berkontribusi 25 persen lebih besar terhadap pengeluaran atau tabungan.

Cara ini akan membantu mengurangi ketegangan yang muncul ketika satu orang merasa kewalahan untuk menanggung pengeluaran lantaran pendapatannya lebih rendah dibanding yang lain.

5. Jadwalkan evaluasi keuangan bulanan

Jangan ragu menjadwalkan evaluasi keuangan bulanan bersama pasangan. Ini adalah kesempatan yang amat baik untuk menilik belanja dan tabungan kalian.

Greene memberi contoh adalah menjadwalkan diskusi soal keuangan setiap hari Jumat. Lakukan pengecekan terhadap rekening dan tagihan kartu kredit, serta besaran belanja.

"Jadwalkan secara rutin dengan menggunakan Google Calendar sehingga Anda tak lupa, gunakan kesempatan itu sebagai forum untuk mendiskusikan tujuan menabung dan merayakan prestasi keuangan berdua," terang Greene.

 



Close Ads X