Konsumsi Biodiesel Dalam Negeri Mencapai 3,8 Juta Ton di 2018

Kompas.com - 06/02/2019, 20:39 WIB
Buah kelapa sawit melimpah sementara harga murah Rp 500 per kg. Selanjutnya daya tampung pabrik CPO di Seluma masih rendahKOMPAS.COM/FIRMANSYAH Buah kelapa sawit melimpah sementara harga murah Rp 500 per kg. Selanjutnya daya tampung pabrik CPO di Seluma masih rendah

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyerapan biodiesel di dalam negeri melalui program mandatori B20 mencapai 3,8 juta ton di 2018. Angka ini naik 72 persen dibandingkan dengan 2017 Ialu yang hanya mampu mencapai 2,22 juta ton.

"Kinerja penyerapan biodiesel ini menunjukkan bahwa program mandatori B20 berjalan dengan konsisten," ujar Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono di Jakarta, Rabu (6/2/2019).

Joko mengaku mengapresiasi langkah pemerintah yang mengambil langkah tepat dengan memberlakukan perluasan mandatori B20 kepada Non-PSO.

"Program ini cukup mendukung dalam penyerapan CPO di dalam negeri yang melimpah," kata Joko.

Baca juga: Hasil Studi IUCN, Pencerahan untuk Kampanye Hitam Kelapa Sawit

Meski permintaan CPO dipastikan meningkat seiring dengan program B20, ekspor komoditas itu diperkirakan tetap tumbuh 4-5 persen tahun 2019.

Joko memprediksi kontribusi ekspor CPO dan turunannya masih dominan dibandingkan penyerapan pasar dalam negeri.

"Kalau dalam negerinya meningkat signifikan, paling ekspornya berkurang," kata Joko.

Berdasarkan data GAPKI, sepanjang 2018 total ekspor CPO dan turunannya mencapai 34,6 juta ton naik sekitar delapan persen dibanding 2017 sebesar 32,1 juta ton.

Kendati volume ekspor meningkat, secara nilai, ekspor turun sekitar 11 persen persen pada 2018 menjadi 20, 54 miliar dollar AS dibandingkan 2017 sebesar 22,97 miliar dollar AS.




Close Ads X