Kompas.com - 07/02/2019, 08:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menegaskan, intensif pajak di 2019 harus lebih agresif. Hal ini perlu dilakukan untuk memperbanyak minat investasi di Indonesia.

Dalam data terbaru, pertumbuhan investasi Indonesia di 2018 melambat menjadi 4,1 persen. Padahal, tahun sebelumnya, pertumbuhan investasi sekitar 10 persen. Insentif ini sekaligus menjadi senjata Indonesia agar dapat bersaing dengan negara emerging.

"Masih banyak peluang untuk menawarkan insentif yg lebih agresif karena terus terang kita mesti rebutan dengan negara tetangga, dengan negara saingan," ujar Thomas di kantor BKPM, Jakarta, Rabu (7/2/2019).

Thomas mengakui, dari segi investasi, Indonesia masih tertinggal dibandingkan Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

Saat ini, insentif yang ditawarkan Indonesia antara lain tax holiday sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 35 tahun 2018 yang diteken pada April 2018 lalu. Fasilitas ini telah dinikmati oleh delapan wajib pajak sepanjang.

Adapun nilai investasinya mencapai Rp 161,3 triliun. Namun, kata Thomas, capaian itu tentu saja tidak cukup. Ia berharap tahun ini semakin banyak investor asing maupun lokal yang menerima tax holiday dengan jilai proyrk yang besar.

"Terus terang kita harus bekerja lebih keras lagi. Ada gelombang awal di 2018, tetapi sudah mulai kendor. Jadi kita mesti keluarin lagi inovasi baru atau terobosan baru untuk mentrigger atau menstimulasi gelombang baru," kata Thomas.

Salah satu yang diusulkan yakni adanya fiskal intensif untuk perusahaan yang melakukan pelatihan vokasi kepada pekerjanya. Dengan drmikian, keterampilannya bertambah dan memiliki daya saing yang lebih. Apalagi di era revolusi industri 4.0, pekerja tak hanya bersaing drngan sesama manusia, tapi juga dengan AI dan robotik.

"Saya sepakat dengan menperin agar ada insentif fiskal agar mendorong perusahaan lebih banyak keluar uang agar mendidik pekerjaanya terampil digital," kata Thomas.

Selain itu ada juga super deduction tax jika perusahaan mengeluarkan uang untuk melatih para pekerja mereka. Perusahaan akan diberi keringanan pajak dari penghasilan mereka.

"Itu mekanisme super deduction untuk insentif bagi perusahaan," kata Thomas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Uji Coba Kelas Rawat Inap Standar BPJS Kesehatan, Bagaimana Realisasinya?

Whats New
Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Viral Isu Pencairan Kredit Tanpa Jaminan ke Pengusaha Tambang, BNI Buka Suara

Whats New
Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Luhut Perpanjang Sosialisasi Beli Minyak Goreng Pakai Aplikasi

Whats New
Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Fakta Singapura, Surga Bagi WNI Sembunyikan Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

Spend Smart
Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Terkena Sanksi BI Checking, Apa Akibatnya?

Whats New
Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Ratusan Jemaah Batal Berangkat Haji Furoda, Apa Uangnya Bisa Kembali?

Spend Smart
Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Targetkan Swasembada Gula Konsumsi di 2025, Ini Strategi BUMN

Whats New
Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Antisipasi Gagal Panen, Petani di Bengkulu Disarankan Ikut Program AUTP

Rilis
Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Erick Thohir Sebut Banyak Investor UEA Tertarik Danai IKN hingga Wisata Laut RI

Whats New
Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Sulap Limbah Jagung jadi Produk Kerajinan, Pemuda Ini Dapat Hadiah dari Sandiaga Uno

Whats New
Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Buruh Migran Indonesia Meninggal di Sabah, Partai Buruh Bakal Demo Kedubes Malaysia

Whats New
[POPULER MONEY] Rincian Harga Emas Hari Ini | Pengalaman Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

[POPULER MONEY] Rincian Harga Emas Hari Ini | Pengalaman Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi

Whats New
Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini

Ratusan Calon Jemaah Haji Furoda Dipastikan Batal Berangkat Tahun Ini

Whats New
Cara Mengambil Uang di ATM BRI dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Cara Mengambil Uang di ATM BRI dengan Kartu dan Tanpa Kartu

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.