Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Tak Tercapai, Darmin Akui Kritikan The Economist

Kompas.com - 07/02/2019, 11:15 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (Tengah) saat konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (4/2/2019)Dokumentasi Kementerian Koordinator Perekonomian Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution (Tengah) saat konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Senin (4/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen belum juga tercapai. Padahal target ini merupakan target awal pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengakui, mengejar target pertumbuhan ekonomi 7 persen bukan perkara mudah.

"Ada berapa sih negara yang targetnya sama dengan realisasinya," ujarnya saat mengumpulkan para duta besar Indonesia di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/2/2019) malam.

"Dalam konteks ekonomi dunia yang memang sangat tidak stabil, bisa dikatakan bergolak," sambung dia.

Hingga 2018 lalu, jangankan pertumbuhan ekonomi 7 persen, 6 persen pun tidak sampai. Berturut-turut pertumbuhan ekonomi Indonesia 2015-2018 yakni 4,88 persen, 5,03 persen, 5,07 persen dan 5,17 persen.

Darmin teringat kritikan majalah The Economist terhadap pemerintahan belum lama ini. Kritik itu yakni soal target pertumbuhan ekonomi 7 persen.

"Sekarang dapatnya hanya sekitar 5 persen, Saya kira kritikan itu sih benar. Cuma ada berapa sih negara yang targetnya sama dengan realisasinya," kata dia.

Pemerintah kata dia sudah melakukan langkah radikal sejak awal pemerintahn Jokowi-JK. Salah satunya yakni memangkas subsidi BBM secara besar-besaran.

Akibatnya pemerintah memiliki banyak stok anggaran yang bisa dipergunakan untuk dua hal besar yakni pembangunan infrastuktur dan pemberian bantuan sosial kepada masyarakat.

Meski target pertumbuhan ekonomi 7 persen tak tercapai, namun Darmin mengatakan bahwa sejumlah indikator ekonomi makro lainnya membaik. Termasuk angka pengangguran dan kemiskinan yang menurun.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X