Banyak Proyek Infrastruktur, Bisnis Waskita Beton Diprediksi Terus Tumbuh

Kompas.com - 07/02/2019, 13:28 WIB
Ilustrasi infrastrukturKementerian PUPR Ilustrasi infrastruktur

JAKARTA, KOMPAS.com - Banyaknya proyek infrastruktur yang dijalankan pemerintah diprediksi membuat bisnis-bisnis terkait akan terus tumbuh.

Dalam APBN 2019, pemerintah menyiapkan anggaran infrastruktur sebesar Rp 415 triliun untuk mendukung konektivitas, penyediaan perumahan, dan ketahanan pangan.

Sejalan dengan masifnya pembangunan infrastruktur, kinerja PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), produsen beton pracetak (precast) dan beton cair (ready mix) juga diprediksi moncer.

Tahun lalu, kapasitas produksi WSBP mencapai 3,5 juta ton, meningkat 7,7 persen dibandingkan 2017 yang sebanyak 3,25 juta ton. Kapasitas tahun lalu juga telah meningkat 32 persen dibandingkan 2016 yang sebanyak 2,65 juta ton.

Baca juga: Tahun Ini, Waskita Beton Precast Targetkan Laba Naik 10 Persen

Tahun lalu, nilai kontrak baru WSBP mencapai Rp 6,66 triliun. Adapun total kontrak yang dikelola (order book) senilai Rp 17,34 triliun, termasuk kontrak bawaan (carry over) tahun 2017 sebesar Rp 10,68 triliun.

“Pada 2019, perseroan menargetkan laba naik sekitar 19 persen dibandingkan 2018. Perusahaan juga menargetkan nilai kontrak baru 2019 sebesar Rp 10,39 triliun, baik dari proyek internal maupun eksternal,” kata Direktur Utama WSBP Jarot Subana dalam keterangannya, Kamis (7/2/2019).

Perseroan optimistis meraup pendapatan 2019 mencapai Rp 9,37 triliun dan laba bersih Rp 1,31 triliun. Adapun anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp 922,96 miliar.

Baca juga: Jelang Akhir Tahun, Waskita Beton Precast Catat Kontrak Baru Rp 6,51 Triliun

Sejumlah analis menilai saham WSBP cukup menarik. Research Associate MNC Sekuritas Muhammad Rudy Setiawan dalam risetnya, mengungkapkan, pihaknya mempertahankan proyeksi kontinuitas pertumbuhan kinerja keuangan WSBP ke depan.

Laba bersih diperkirakan meningkat menjadi Rp 1,39 triliun pada 2019 dibandingkan target 2018 sebesar Rp 1,2 triliun dan perolehan tahun 2017 yang sebesar Rp 1 triliun. MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli WSBP dengan target harga Rp 500.

Sementara itu, analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, WSBP menunjukkan pertumbuhan kinerja keuangan yang moderat hingga kuartal III-2018. Realisasi kinerja keuangan tersebut telah melampaui perkiraannya.

Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham WSBP dengan target harga sebesar Rp 500.




Close Ads X