Pengusaha Logistik Sebut Tarif Tol Trans Jawa Mahal, Ini Kata Jasa Marga

Kompas.com - 07/02/2019, 14:28 WIB
Presiden RI Joko Widodo meresmikan 4 ruas tol trans jawa, Kamis (20/12/2018). Peresmian dilaksanakan di kawasan gerbang tol Bandar Kedungmulyo Jombang, KOMPAS.com/MOH. SYAFII Presiden RI Joko Widodo meresmikan 4 ruas tol trans jawa, Kamis (20/12/2018). Peresmian dilaksanakan di kawasan gerbang tol Bandar Kedungmulyo Jombang,

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengusaha logistik mengeluhkan mahalnya harga tarif Tol Trans Jawa. Hal ini membuat mereka harus mengeluarkan ongkos yang lebih besar untuk menunjang usahanya.

Vice President Corporate Finance Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan, tarif tersebut ditentukan berdasarkan tender. Menurut dia, jalan tol hanya opsi bagi pengguna kendaraan roda empat atau lebih, tergantung keinginan pengguna, tanpa kecuali pengusaha logistik.

"Kalau mereka merasa mahal, lewat luar (tol). Kalau merasa advantage, lewat dalam," kata Eka di Menara BCA, Jakarta, Kamis (7/2/2018).

Baca juga: Pengusaha Logistik Keluhkan Mahalnya Tarif Tol Trans Jawa dan Kargo Pesawat

Eka mengatakan, Tol Trans Jawa dibuat untuk memangkas waktu tempuh dan mengurai kemacetan. Hal ini justru membuat perjalanan lebih efisien, meski ada harga yang harus dibayar.

Menurut dia, dengan adanya tol ini, pengusaha logistik bisa mendapat keuntungan berlipat karena jarak dan waktu tempuh yang lebih singkat.

"Dia dapat revenue dua kali lipat karena bisa bolak-balik lebih cepat. Seharusnya bisa di-balancing cost-nya," kata Eka.

Baca juga: Peringkat Logistik RI Naik, tapi Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

Meksi begitu, Jasa Marga tetap memantau dan mengkaji segala permasalahan di lapangan, termasuk keluhan soal jalan tol. Ia menjadikan keluhan tersebut sebagai catatan untuk pertimbangan ke depannya.

Namun, Eka mengingatkan bahwa harus ada keseimbangan antara kebutuhan pengguna jalan dengan investor. Sebab, di satu sisi, Jasa Marga sebagai perusahaan terbuka juga menjaga nilai pemegang saham.

Dengan demikian, pemegang saham bisa memegang return yang optimal.

"Iya agar return-nya terjaga, jadi win-win lah kalau deal itu agar sama-sama senang," kata Eka.

Baca juga: Logistik Jadi Tantangan E-commerce

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Nofrisel mengatakan, penerapan tarif di sepanjang Tol Trans Jawa berpengaruh signifikan terhadap struktur pengeluaran perusahaan truk.

Dibandingkan melalui jalur tol, para pengusaha truk pun lebih memilih untuk lewat jalur Pantura.

"Jadi kita berharap bisa dipertimbangkan untuk tarif tol, di-adjust, ditinjau kembali. Sementara yang dilakkan teman-teman Aptrindo ya sebagian tidak lewat jalan tol. Mereka memilih jalur Pantura biasa," ujar Nofrisel.



Close Ads X