Pengusaha Logistik Sebut Tarif Tol Trans Jawa Mahal, Ini Kata Jasa Marga

Kompas.com - 07/02/2019, 14:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pengusaha logistik mengeluhkan mahalnya harga tarif Tol Trans Jawa. Hal ini membuat mereka harus mengeluarkan ongkos yang lebih besar untuk menunjang usahanya.

Vice President Corporate Finance Jasa Marga Eka Setya Adrianto mengatakan, tarif tersebut ditentukan berdasarkan tender. Menurut dia, jalan tol hanya opsi bagi pengguna kendaraan roda empat atau lebih, tergantung keinginan pengguna, tanpa kecuali pengusaha logistik.

"Kalau mereka merasa mahal, lewat luar (tol). Kalau merasa advantage, lewat dalam," kata Eka di Menara BCA, Jakarta, Kamis (7/2/2018).

Baca juga: Pengusaha Logistik Keluhkan Mahalnya Tarif Tol Trans Jawa dan Kargo Pesawat

Eka mengatakan, Tol Trans Jawa dibuat untuk memangkas waktu tempuh dan mengurai kemacetan. Hal ini justru membuat perjalanan lebih efisien, meski ada harga yang harus dibayar.

Menurut dia, dengan adanya tol ini, pengusaha logistik bisa mendapat keuntungan berlipat karena jarak dan waktu tempuh yang lebih singkat.

"Dia dapat revenue dua kali lipat karena bisa bolak-balik lebih cepat. Seharusnya bisa di-balancing cost-nya," kata Eka.

Baca juga: Peringkat Logistik RI Naik, tapi Masih Kalah dari Malaysia dan Vietnam

Meksi begitu, Jasa Marga tetap memantau dan mengkaji segala permasalahan di lapangan, termasuk keluhan soal jalan tol. Ia menjadikan keluhan tersebut sebagai catatan untuk pertimbangan ke depannya.

Namun, Eka mengingatkan bahwa harus ada keseimbangan antara kebutuhan pengguna jalan dengan investor. Sebab, di satu sisi, Jasa Marga sebagai perusahaan terbuka juga menjaga nilai pemegang saham.

Dengan demikian, pemegang saham bisa memegang return yang optimal.

"Iya agar return-nya terjaga, jadi win-win lah kalau deal itu agar sama-sama senang," kata Eka.

Baca juga: Logistik Jadi Tantangan E-commerce

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Nofrisel mengatakan, penerapan tarif di sepanjang Tol Trans Jawa berpengaruh signifikan terhadap struktur pengeluaran perusahaan truk.

Dibandingkan melalui jalur tol, para pengusaha truk pun lebih memilih untuk lewat jalur Pantura.

"Jadi kita berharap bisa dipertimbangkan untuk tarif tol, di-adjust, ditinjau kembali. Sementara yang dilakkan teman-teman Aptrindo ya sebagian tidak lewat jalan tol. Mereka memilih jalur Pantura biasa," ujar Nofrisel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perlu Tahu, Ini Dia Hak-Hak Normatif Pekerja

Perlu Tahu, Ini Dia Hak-Hak Normatif Pekerja

Work Smart
Program Minyak Goreng Curah Bersubsidi Berakhir 31 Mei 2022, SIMIRAH Jadi Acuan Pertimbangan Ekspor

Program Minyak Goreng Curah Bersubsidi Berakhir 31 Mei 2022, SIMIRAH Jadi Acuan Pertimbangan Ekspor

Whats New
Kepala Bappenas Ungkap Masih Minimnya Kualitas Air Layak dan Aman untuk Rumah Tangga

Kepala Bappenas Ungkap Masih Minimnya Kualitas Air Layak dan Aman untuk Rumah Tangga

Whats New
BRI Life Bayarkan Klaim Sebesar Rp 1 Triliun pada Kuartal I-2022

BRI Life Bayarkan Klaim Sebesar Rp 1 Triliun pada Kuartal I-2022

Whats New
BPR Brilian Investama Re-branding, Kini Ajukan Kredit Hingga Buka Rekening Via Daring

BPR Brilian Investama Re-branding, Kini Ajukan Kredit Hingga Buka Rekening Via Daring

Rilis
Petrokimia Gresik Masuk Daftar 17 Perusahaan Paling Berkontribusi Bagi UMKM versi ICSB Indonesia

Petrokimia Gresik Masuk Daftar 17 Perusahaan Paling Berkontribusi Bagi UMKM versi ICSB Indonesia

Whats New
Serikat Karyawan Tip Top Gelar Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah

Serikat Karyawan Tip Top Gelar Unjuk Rasa Tuntut Kenaikan Upah

Whats New
BEI Bakal Luncurkan Waran Terstruktur, Pilihan Investasi Aman bagi Investor

BEI Bakal Luncurkan Waran Terstruktur, Pilihan Investasi Aman bagi Investor

Whats New
Manajemen LinkAja Ungkap Alasan PHK Karyawan

Manajemen LinkAja Ungkap Alasan PHK Karyawan

Whats New
IHSG Ditutup Melemah pada Sesi I Perdagangan, Rupiah Menguat

IHSG Ditutup Melemah pada Sesi I Perdagangan, Rupiah Menguat

Whats New
Syarat dan Cara Daftar Driver Gojek 2022 untuk Mitra Pengemudi Motor

Syarat dan Cara Daftar Driver Gojek 2022 untuk Mitra Pengemudi Motor

Work Smart
Siap-siap, PT Timah Bakal Tebar Dividen Rp 455 Miliar

Siap-siap, PT Timah Bakal Tebar Dividen Rp 455 Miliar

Whats New
Kredit Perbankan Tumbuh 9,1 Persen pada April 2022

Kredit Perbankan Tumbuh 9,1 Persen pada April 2022

Whats New
Benarkah Luhut Punya Bisnis Kelapa Sawit?

Benarkah Luhut Punya Bisnis Kelapa Sawit?

Whats New
Kembali Diperpanjang, Relaksasi Denda dan Pembayaran Minimal Kartu Kredit Berlaku Hingga Akhir Tahun Ini

Kembali Diperpanjang, Relaksasi Denda dan Pembayaran Minimal Kartu Kredit Berlaku Hingga Akhir Tahun Ini

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.