Apakah Indonesia Bisa Melaju Jadi Negara Berpendapatan Tinggi?

Kompas.com - 07/02/2019, 18:37 WIB
Diskusi yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Kamis (7/2/2019).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Diskusi yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Institute for Development of Economics and Finance ( Indef) menilai Indonesia sulit untuk menjadi negara berpendapatan tinggi.

Ekonom Senior Indef Nawir Messi mengatakan, saat ini Indonesia masih berada di dalam kategori negara berpendapatan menengah atau middle income. Untuk menjadi negara berpendapatan tinggi, pertumbuhan ekonomi Indonesia minimal harus 7 persen.

"(Pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen) itu membutuhkan kira-kira pertumbuhan investasi secara tahunan harus mencapai sekitar 40 persen dan ini bukan suatu yang ringan, tapi sangat berat," ujar Nawir dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Nawir menyebutkan, untuk menggenjot investasi Indonesia harus melakukan reformasi. Salah satunya di bidang ketenagakerjaan.

Baca juga: Ekonomi Indonesia Disebut Setara Haiti, Sri Mulyani Anggap Berbeda Jauh

"Salah satu komplain dari investor adalah ketenagakerjaan. Ini saya kira Kemenaker sudah saatnya untuk melihat kembali apakah rezim ketenagakerjaan yang ada sekarang ini masih friendly untuk menarik investor atau tidak," kata Nawir.

Menurut Nawir, saat ini Indonesia masih terjebak dalam middle income trap. Untuk lepas dari hal tersebut pemerintah harus melakukan upaya yang keras.

"Untuk mengarah ke sana saya kira perlu reformasi yang komprehensif menyentuh persoalan mendasar terutama dari sisi supply side perekonomian. Tanpa sentuhan yang mendasar itu saya kira kita mimpi untuk keluar dari perangkat middle income trap," ucap dia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X