"Utang Itu Boleh Saja, Sepanjang untuk Kegiatan Ekonomi..."

Kompas.com - 07/02/2019, 21:09 WIB
Diskusi yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Kamis (7/2/2019).KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Diskusi yang digelar Institute for Development of Economics and Finance (Indef) di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Institute for Development of Economics and Finance ( Indef) tak mempermasalahkan langkah yang diambil pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang berhutang untuk pembangunan infrastruktur.

Menurut Indef, sebuah negara wajar berhutang untuk melakukan pembangunan yang dapat mengerek pertumbuhan ekonomi.

"Utang itu boleh saja, sepanjang digunakan untuk kegiatan ekonomi," ujar Ekonom senior Indef Muhammad Nawir Messi dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (7/2/2019).

Nawir menyebutkan, pembangunan infrastruktur yang produktif dapat meningkatkan perekonomian sebuah negara.

Baca juga: Disebut Menteri Pencetak Utang, Sri Mulyani Jawab dengan Puisi

"Utang itu prinsipnya harus berada pada kerangka kebijakan fiskal yang suistainable. Jadi, bukan berarti enggak boleh ngutang, boleh aja," kata Nawir.

Kendati begitu, Nawir menyarankan agar pemerintah tetap memperhatikan kapasitasnya dalam membayar utang. Hal tersebut perlu dilakukan agar utang tersebut tak membuat kondisi perekonomian negara malah memburuk.

"Ngutang, boleh aja, sepanjang kapasitas membayar utang itu ada, sanggup," ucap dia.




Close Ads X