Kuartal IV 2018, Neraca Pembayaran Indonesia Surplus 5,4 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 08/02/2019, 16:43 WIB
Ilustrasi dollar ASSHUTTERSTOCK Ilustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatatkan neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal IV-218 mengalami surplus sebesar 5,4 miliar dollar AS.

Direktur Eksekutif Departemen Statistik BI Yati Kurniati mengatakan, sumber dari surplusnya neraca pembayaran berasal dari arus modal masuk yang cukup deras pada kuartal-IV 2018. Surplusnya neraca modal juga terlihat dari cadangan devisa kuartal IV-2018 yang meningkat menjadi 120,7 miliar dollar AS.

"Sumber terbesar surplus berasal dari arus modal masuk portofolio investment dan ini bisa dilihat dari surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat signifikan arus modal masuk di November dan Desember," ujar Yati di Jakarta, Jumat (8/2/2019).

Bentuk dari portofolio di pasar modal bisa jadi berasal dari saham yang sempat keluar dari pasar modal dalam negeri akibat ketidakpastian perekonomian global, kemudian maraknya penerbitan global bonds baik oleh pemerintah atau korporasi.

Baca juga: Gubernur BI Sebut Neraca Pembayaran Surplus 5 Miliar Dollar AS

Surplus transaksi modal dan finansial pada kuartal IV-2018 pun tercatat sebesar 15,7 miliar dollar AS. Angka tersebut meningkat signifikan jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya yang hanya sebesar 3,9 miliar dollar AS.

"Peningkatan surplus tersebut didukung oleh membaiknya kinerja investasi portofolio, seiring meningkatnya aliran masuk dana asing pada aset keuangan domestik antara lain dalam bentuk obligasi pemerintah, obligasi korporasi dan saham," jelas Yati.

Beberapa faktor dalam negeri yang menarik masuknya arus modal asing, adalah kenaikan suku bunga kebijakan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR) di tahun 2018 sebanyak enam kali yang membuat spread surat utang atau surat berharga Indonesia lebih menarik dibandingkan negara berkembang lain.

Tak hanya di portofolio investasi, arus modal masuk juga datang dari penanaman modal asing (PMA) yang berasal dari investasi di beberapa start up. BI mencatatkan terjadi surplus 2 miliar dollar AS untuk investasi langsung atau PMA.

Yati mengatakan, dengan surplusnya neraca pembayaran pada kuartal IV-2018 menunjukkan ketahanan eksternal dalam negeri tetap terjaga.

"Neraca pembayaran kuartal-IV 2018 surplus menunjukkan ketahanan eksternal terjaga walau di kuartal sebelumnya defisit," ujar dia.



Close Ads X