Selain Pertamax Series, Harga Premium di Jawa, Madura, dan Bali Juga Turun

Kompas.com - 11/02/2019, 06:04 WIB
Ilustrasi SPBU KOMPAS/PRIYOMBODOIlustrasi SPBU

Hal itu berbeda dengan jenis BBM Umum Nonsubsidi. Dengan Keputusan Menteri ESDM No 19 K/10/MEM/2019 yang berlaku sejak 1 Februari 2019, formula harga jual eceran berpedoman pada hasil penambahan dari MOPS, konstanta (biaya perolehan di luar harga produk, biaya penyimpanan dan biaya distribusi), margin, PPN 10 persen, dan PBBKB sesuai dengan peraturan daerah provinsi setempat.

Pemerintah menetapkan batasan margin paling rendah 5 persen dan paling tinggi 10 persen dari harga dasar. Dengan formula ini, lanjut Djoko, badan usaha telah melakukan penyesuaian harga mengikuti aturan tersebut.

"Penurunan harga terjadi dari Rp 50 hingga yang tertinggi Rp 1.100," kata Djoko.

Hingga saat ini, tercatat lima badan usaha telah melakukan penyesuaian harga, yakni PT Aneka Petroindo Raya per 6 Februari 2019, PT Vivo Energy Indonesia per 8 Februari 2019, PT Shell Indonesia, dan PT Total Oil Indonesia per 9 Februari 2019, serta PT Pertamina (Persero) per 10 Februari 2019.

Khusus untuk Pertamina, misalnya, penurunan harga hampir terjadi di sejumlah jenis BBM umum dengan menyesuaikan wilayah. Di wilayah Jakarta terjadi penyesuaian pada Pertamax (RON 92) yang harganya turun Rp 350 dari Rp 10.200 menjadi Rp 9.850 per liter.

Lalu, harga Pertamax Turbo (RON 96) turun Rp 800 dari Rp 12.000 menjadi Rp 11.200 per liter, harga Dexlite (CN 48) turun Rp 100 dari Rp 10.300 per liter menjadi Rp 10.200 per liter, serta harga Pertamina Dex (CN 51) turun Rp 50 dari Rp 11.750 menjadi Rp 11.700 per liter.

Adapun jenis Pertalite (RON 90) tidak ada penyesuaian harga atau tetap Rp. 7.650 per liter. Menurut Media Communication Manager Pertamina Arya Dwi Paramita, tidak adanya penurunan harga pada Pertalite ialah karena masih berada di rentang formula yang ditentukan pemerintah.

Bantah berbau politis

Dalam penurunan harga sejumlah jenis BBM ini, baik Djoko Siswanto maupun Arya menolak jika keputusan ini dikaitkan dengan nuansa politis. Sebab, menurut Djoko, formula harga BBM Umum sudah dirancang sebelum tahun politik.

"Enggaklah, ini kan data, bukan karena tahun politik," kata Djoko.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X