Permudah Nasabah Berinvestasi, Standard Chartered Bank Luncurkan Dua Layanan Baru

Kompas.com - 11/02/2019, 19:27 WIB
Standard Chartered Bankthetimes.co.uk Standard Chartered Bank

JAKARTA, KOMPAS.com - Standard Chartered Bank meluncurkan dua layanan baru bagi nasabah prioritas yang memiliki produk wealth management. Dua layanan tersebut adalah Online Mutual Fund dan Smartgoals.

Managing Director and Head Wealth Management Standard Chartered Bank Indonesia Bambang Simarno mengatakan, layanan itu membantu nasabah dalam melakukan transaksi reksa dana secara online melalui SC Mobile atau internet banking. Saat ini, ada sekitar 20.000 yang tergabung menjadi nasabah prioritas SCB.

"Kalau kita lihat, 70 persen (dari 20.000 nasabah prioritas), memiliki produk wealth management," ujar Bambang di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Dengan layanan Online Mutual Funds, nasabah prioritas akan dimudahkan dalam melakukan transaksi reksa dana, seperti pembelian, pengalihan, dan pencairan dana secara online. Sedangkan Smartgoals merupakan layanan yang menggabungkan perencanaan finansial sederhana dengan strategi alokasi investasi. Alokasi akan disesuaikan dengan kemampuan ekaungan dan profil investasi masing-masing nasabah.

"Smartgoals memudahkan nasabah prioritas untuk berinvestasi secara rutin dan juga tetap dapat mengikuti perkembangan nilai inevstasinya secara online," kata Bambang.

Bambang mengatakan, untuk tahun ini, iklim invetsasi cukup positif. Terutama untuk reksa dana saham. IHSG mulai bangkit setelah sedikit terpuruk di 2018 akibat banyaknya dana asing keluar dari Indonesia. Namun, di dua bulan pertama 2019, banyak dana asing yang kembali masuk. Di samping itu, faktor eksternal juga banyak mempengaruhi harga saham kembali positif.

"AS kemungkinan akan mengerem sedikit suku bunga, tradewar juga kemungkinan akan lebih mereda. Kita masih melihat cukup positif untuk perkembangan reksa dana di Indoneisa," kata Bambang.

DI SCB, kata Bambang, terjadi pergeseran produk investasi yang diminati nasabah. Produk yang banyak dibeli nasabah pada 2018 adalah obligasi, baik ritel maupun sukuk. Tingkat pengembaliannya juga lumayan besar, lebih menarik ketimbang deposito. Sementara pada 2016 dan 2017, reksa dana saham paling banyak dicari.

Bambang mengatakana, peluncuran dua layanan untuk reksa dana online ini juga sekaligus untuk menjerat nasabah milenial. Terutama layanan Smartgoals yang bisa merencanakan keuangan anak muda untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan. Misalnya, untuk kepentingan menikah.

Smartgoals bisa menghitung berapa besaran return pada enam tahun ke depan dengan jumlah setoran rutin perbulannya. Belakangan juga reksa dana menjadi produk inbestasi yang dicari. Terbukti, dari jumlah nasabah yang membeli produk di marketplace reksa dana mencapai 120.000 tahun 2018. 

"Appetitenya cukup banyak. Kalau milenial kan cara berpikirnya sedikit berbeda dengan orang berumur. Milenial sekarang mencarinya yang tidak mainstream," kata Bambang.




Close Ads X