Targetkan 4,7 Juta Jaringan Gas, PGN Butuh Rp 12,5 Triliun

Kompas.com - 12/02/2019, 12:43 WIB
Direktur Utama PGN Gigih Prakoso.KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Direktur Utama PGN Gigih Prakoso.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara ( PGN) Gigih Prakoso mengatakan, pihaknya akan membangun 4,7 juta sambungan jaringan gas baru. Pembangunannya ditargetkan rampung pada 2025. Proyek ini membutuhkan biaya setidaknya Rp 12,5 juta.

"Total capex perkiraannya Rp 12,5 juta untuk yang 5 (4,7) juta itu," ujar Gigih di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Gigih mengatakan, selain dari internal PGN, anggaran proyek tersebut berasal dari APBN, korporat, hingga kemitraan. Namun, ia tidak bisa memastikan berapa dana yang PGN keluarkan dari kocek sendiri.

"Yang jelas, tahun ini yang dibangun pakai APBN ada 70.000 sambungan. Selebihnya dari kita (PGN)," kata Gigih.

Baca juga: BPH Migas Dorong Pembangunan Jargas dengan Skema KPBU

Untuk tahun 2019, rencananya ada 800.000 sambungan jaringan gas yang akan dibangun. Anggaran yang dibutuhkan tahun ini sekitar Rp 200-300 miliar.

Nantinya jargas tersebut akan dibangun menyebar di beberapa wilayah di Indonesia.

"Kita masih lakukan studi basic engineering design. Nanti 800.000 itu ada di mana saja, nanti kita sampaikan ke ESDM," kata Gigih.

Sebagian besar jargas akan dibangun di kota-kota besar, kabupaten, dan utamanya wilayah yang memiliki sumber gas melimpah.

"Yang sudah ada eksisting pipa lebih cepat, terutama yang punya sumber gasnya," kata Gigih. 




Close Ads X