Asosiasi: Satelit Nusantara Satu Dorong Percepatan Ekonomi di Daerah

Kompas.com - 12/02/2019, 18:42 WIB
Ilustrasi satelit FacebookKONSTANTIN SHAKLEIN/ALAMY/WIRED Ilustrasi satelit Facebook

JAKARTA, KOMPAS.com - Satelit Nusantara Satu bakal diluncurkan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara pada 22 Februari 2019 mendatang. Satelit tersebut merupakan satelit broadband pertama Indonesia.

Asosiasi Satelit Indonesia (ASSI) memandang, satelit tersebut akan menguntungkan masyarakat di daerah-daerah pelosok untuk memperoleh akses teknologi informasi. Dengan demikian, percepatan ekonomi di daerah dapat terwujud.

"Kehadiran Nusantara Satu dapat mengatasi kesenjangan akses internet di berbagai pelosok Indonesia. Dengan peran internet yang semakin besar bagi perekonomian, satelit ini akan mampu memberikan nilai lebih bagi aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Hendra Gunawan, Ketua ASSI dalam pernyataannya, Selasa (12/2/2019).

Baca juga: Satelit Nusantara Satu Bisa Digunakan Korporasi hingga Perorangan

Hendra menambahkan, meningkatnya akses internet, khususnya di wilayah Indonesia Timur, akan berdampak positif bagi terbukanya peluang-peluang ekonomi baru.

" Teknologi informasi adalah salah satu kunci kemajuan ekonomi modern saat ini. Satelit Nusantara Satu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap internet dan ini modal bagi kemajuan masyarakat di pelosok Indonesia," sebut dia.

Akses internet yang meluas juga akan memperkuat birokrasi yang efisien dan mendorong transparansi penggunaan dana di daerah. Apalagi, kini pemerintah pusat makin agresif menyalurkan dana pembangunan ke wilayah pedesaan.

"Nusantara Satu kami harapkan dapat membuka akses internet di 25.000 desa di Indonesia. Ini akan sangat strategis bagi percepatan ekonomi dan pengelolaan pembangunan, seperti halnya internet dan media sosial yang dapat membuka ruang pemasaran yang lebih luas bagi pelaku usaha mikro untuk mengembangkan bisnisnya di daerah dan juga sistem pelaporan anggaran desa yang kini harus dilakukan online," jelas Direktur Utama PSN Adi Rahman Adiwoso.

Baca juga: Butuh 230 Juta Dollar AS, Satelit Nusantara Satu Dapat Suntikan dari Kanada

Melalui satelit Nusantara Satu, PSN menargetkan 25 juta orang Indonesia mendapat akses untuk terkoneksi ke internet.

Target pengguna internet ini diantaranya adalah pelaku usaha menengah kecil (UMKM), pengusaha kafe, warung-warung yang makin menjamur di daerah, lembaga pendidikan, lembaga kesehatan masyarakat hingga Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

"Sampai akhir tahun ini kami harapkan ada 10.000 desa yang sudah terkoneksi. Sampai saat ini sudah sekitar 3.000 dan 25.000 desa itu selesai sekitar tahun 2020-2021," kata Adi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X