Gaya Baru Nabung Reksa Dana, Investasi Sekaligus Berderma

Kompas.com - 13/02/2019, 16:52 WIB
Presiden Direktur, PT BNP Paribas Investment Partners, Vivian Secakusuma di Gedung WTC 1 Jakarta, Rabu (28/2/2018).KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Presiden Direktur, PT BNP Paribas Investment Partners, Vivian Secakusuma di Gedung WTC 1 Jakarta, Rabu (28/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT BNP Paribas Investment Partner pada akhir tahun lalu meluncurkan produk reksa dana baru berupa reksa dana indeks dengan menggandeng Yayasan Kehati.

Mereka mengangkat aspek impact investing, di mana investasi yang dilakukan tak hanya mengejar return, tapi berdampak pada aspek lingkungan dan sosial. Investasi semacam itu merupakan strategi yang dinamakan Socially Responsible Investment (SRI).

"Kalau reksa dana biasa hanya bicara prospek investasi dan kinerja perusahaan, tapi tidak bicara apakah sektor ini memberikan impact positif terhadap lingkungan hidup maupun sosial," ujar Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners (BNPP IP) Vivian Secakusuma di kantornya, Rabu (13/2/2019).

Baca juga: Tahun Politik, Investasi di Reksa Dana Saham Bisa Jadi Pilihan

Dengan adanya prinsip SRI, maka investasi bisa menghasilkan di dua sisi, yaitu imbal hasil dan juga kontribusi positif ke komunitas. Vivian mengatakan, di Indonesia, ada tiga sektor yang berpotensi besar untuk mengimplementasikan impact investing, yakni energi, pertanian, dan air.

Ketiga aspek tersebut sangat menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Di sektor energi, penggunaan bahan bakar fosil perlu menjadi perhatian utama.

Untuk mengurangi emisi bahan bakar, maka perlu ada energi alternatif. Maka dari itu, masih terbuka banyak peluang untuk investasi di sektor energi baru dan terbarukan.

 

Baca juga: Investasi Reksa Dana di Tahun Politik

Selain itu, sektor pertanian lekat dengan pangan yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Jika terjadi kelangkaan pangan, maka akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat sehingga perlu investasi lebih banyak di sektor ini.

"Air bersih juga menjadi salah satu concern bagaimana untuk menjaga ketersediaannya," kata Vivian.

Saat ini penterasi investasi di Indonesia masih rendah. Investor reksa dana masih di bawah 1 juta orang, sementara penduduk di Indonesia jumlahnya lebih dari 260 juta orang.

Artinya, penetrasi investasi reksa dana masih kurang dari 1 persen. Oleh karena itu, reksa dana indeks SRI-Kehati menyasar milenial di mana saat ini Indonesia akan mendapat bonus demografi dengan jumlah penduduk usia muda dan produktif melimpah.

Milenial akan menjadi basis investor mereka.

Baca juga: Reksa Dana Saham Redominasi Dollar AS Masih Menjanjikan



Close Ads X