Said Didu Kritik Kebiasaan Jokowi Resmikan Jalan Tol

Kompas.com - 13/02/2019, 18:34 WIB
Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu memberi keterangan kepada wartawan di Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2018).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu memberi keterangan kepada wartawan di Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengkritik kebiasaan Presiden Joko Widodo yang kerap meresmikan rampungnya proyek jalan tol.

Menurut Said Didu hal itu bagian dari pencitraan saja. Sebab kata dia, proyek jalan tol bukanlah proyek pemerintah, melainkan proyek yang dikerjakan oleh BUMN.

"Setahu saya yang meresmikan tol itu mungkin hanya satu satunya hanya Pak Harto. Tentunya bukan kerja pemerintah," ujarnya dalam acara diskusi Kedai Kopi di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

"Sekarang setiap saat, tol itu kan adalah ruas, satu tol baru selesai kalau ruasnya selesai. Di setiap ruas ada seksi ada segmen, nah ini setiap seksi selesai, Presiden meresmikan," sambungnya.

Baca juga: Jelang Debat kedua, Timses Prabowo Sasar Kelemahan Jokowi di Sektor Energi

Menurut Said, bangsa Indonesia punya risiko besar dari kebijakan publik yang berbasis pencitraan seperti itu.

Hal itu kata dia juga sangat berbahaya bagi BUMN. Sebab menurutnya, BUMN akan rusak bila ditunggangi oleh pencitraan politik.

Bahkan, Said juga menilai pemerintahan Jokowi sudah memaksa BUMN untuk membeli proyek-proyek jalan tol dengan harga mahal.

"Betapa Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu) itu mahalnya enggak ketulungan," kata pria yang juga mantan Staf Khusus Menteri ESDM itu.

"Tol Bocimi (Bogor-Ciawi- Sukabumi) juga saya tahu siapa yang beli, BUMN dipaksa membeli dengan harga yang sangat mahal. Demi mencapai target peresmian tadi," sambung dia.




Close Ads X