Ini Penyebab Pembangunan LRT Molor

Kompas.com - 13/02/2019, 20:41 WIB
Pengerjaan proyek pembangunan Stasiun LRT Taman Mini pada Senin (14/1/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAPengerjaan proyek pembangunan Stasiun LRT Taman Mini pada Senin (14/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Proyek LRT Jabodebek sudah memakan waktu hampir empat tahun sejak 2015. Pemerintah sempat menargetkan proyek itu rampung pada April tahun ini, namun realisasinya masih di kisaran 50 persen.

Direktur Operasional Adhi Karya Punjung Setya Brata mengatakan, ada sejumlah kendala teknis yang membuat pembangunan LRT Jabodebek molor cukup lama. Pertama, soal posisi stasiun LRT di daerah Dukuh Atas. Terdapat dua opsi yang masing-masing diusung Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Di Kuningan kan jalurnya berhenti di depan KPK, tapi belum disambung ke Dukuh Atas. Waktu itu ada yang masih dirembukkan DKI dan Kemenhub. ini yang cukup menghambat kita," ujar Punjung di Jakarta, Rabu (13/2/2109).

Kemenhub menginginkan stasiun LRT Dukuh Atas berada di seberang stasiun kereta Sudirman. Sementara Pemprov DKI Jakarta mengusulkan stasiun tersebut berada di selatan gedung Landmark. Akhirnya, opsi Pemrpov DKI Jakarta yang diambil.

Baca juga: Saat Pembangunan LRT Jabodebek Dikritik Wapres Kalla...

Selain itu, hambatan juga terjadi di jalur LRT yang melintasi Pancoran. Karena ada flyover Pancoran, maka stasiun LRT-nya harus digeser.

"Dua lokasi ini agak menghambat akses dari Cawang ke Dukuh Atas," kata Punjung.

Masalah lainnya yakni pembangunan jalur Cawang-Bekasi Timur. Depo kereta yang akan dibangun di Bekasi masih terhalang maslaah pembebasan lahan seluas 12 hektar. Untuk jalur tersebut, pembangunannya masih 52,7 persen. Adi mengatakan, Depo ditargetkan selesai pada September 2020 sehingga pada 2021 sudah siap digunakan.

"Maunya kita barengan (pembangunan depo dan jalur LRT). Masalahnya pembebasan lahan, ini perhatian serius kita," kata Punjung.

Sejauh ini, perkembangan pembangunan proyek LRT Jabodebek fase I hingga Januari 2019 telah mencapai 56,1 persen. Pembangunan LRT Jabodebek fase I membentang dari Cibubur-Cawang, Bekasi Timur-Cawang kemudian Cawang-Dukuh Atas. LRT Jabodebek sendiri tercatat sepanjang 44,3 kilometer. Progress untuk rute Cawang-Cibubur 76,21 persen, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 44,19 persen, dan Cawang-Bekasi Timur 51,06 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X