Anggap Jokowi Sudah Belok Arah, Ini Alasan Said Didu

Kompas.com - 13/02/2019, 21:12 WIB
Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu memberi keterangan kepada wartawan di Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2018). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Mantan Staf Khusus Menteri ESDM, Muhammad Said Didu memberi keterangan kepada wartawan di Jakarta Pusat, Sabtu (21/12/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengungkapkan beberapa kebijakan Presiden Joko Widodo sudah berbelok arah dari awal pemerintahannya 2014 lalu.

Saat itu, Said sempat menjabat sebagai Staf Khusus Menteri ESDM Sudirman Said. Ia pun menceritakan beberapa hal yang dinilanya tidak konsisten, diantaranya soal pembangunan kilang.

"Saya hafal betul saat itu masih di dalam dan Menteri ESDM ditunjuk oleh Presiden Jokowi untuk menjadi utusan khusus untuk Timur Tengah untuk berunding tentang percepatan kilang," kata dia di diskusi Kedai Kopi. Jakarta, Rabu (13/2/2019).

"Pak Sudirman Said saat itu sedang berunding di Timur Tengah, Presiden ke Rusia. Lalu ditelepon supaya menghentikan perundingan dengan Aramco karena mau dipindahkan ke Rusia," sambung dia.

Baca juga: Jalan Terjal Kereta Cepat Jakarta-Bandung (2)

Bagi Said, keputusan yang tiba-tiba itu bentuk dari inkonsitensi yang menyebabkan banyak hal gagal terlaksana, termasuk pembangunan infrastruktur.

Tak hanya itu, Said juga mengungkit keputusan pemerintah terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Meski studi kelayakan sidah dikerjakan oleh Jepang, namun justru proyek itu diberikan kepada China.

Begitu pun dengan proyek pengembangan Blok Masela. Sejak awal Said mengaku selalu mengatakan kalau pembangunan kilang pengolahan gas dibangun di darat (onshore), maka hal itu tak akan terealisasi.

Saat itu isu pembangunan Blok Masela menjadi isu nasional. Bahkan menimbulkan kegaduhan di kabinet karena friksi antara Menteri Kemaritiman Rizal Ramli dengan Menteri ESDM Sudirman Said.

Namun akhirnya Presiden Jokowi mengambil keputusan untuk tidak jadi membangun kilang laut (offshore), namun dipindahkan ke darat.

"Kita berdebat, saya selalu menyatakan kalau onshore pasti tidak akan bisa jalan. Tahu-tahu dipanggil pindah dari offshore ke onshore," kata Said.

Baca juga: Menteri ESDM Pastikan Pengembangan Blok Masela Tetap "Onshore"



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil William Tanuwidjaya, Dulu Penjaga Warnet, Kini Bos Tokopedia

Profil William Tanuwidjaya, Dulu Penjaga Warnet, Kini Bos Tokopedia

Whats New
Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Ada GoTo, Bagaimana Nasib OVO di Tokopedia?

Whats New
Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Kekhawatiran Lonjakan Kasus Covid-19 Bayangi IHSG, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

Whats New
Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Harga Emas Melonjak 29,5 Dollar AS, Ini Sebabnya

Whats New
Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Simak Persyaratan Penumpang Lion Air Pasca-larangan Mudik

Whats New
Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Simak, Ini Daftar Lengkap Formasi Terbanyak CPNS 2021

Whats New
Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Masyarakat Laporkan 134 ASN Nekat Mudik, Ini Respons Menteri Tjahjo

Whats New
[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

[POPULER MONEY] 10 Aset Kripto Paling Cuan Dalam Sepekan | Bagaimana Sebenarnya Sistem COD di Olshop

Whats New
Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Penarikan Uang di Jabodetabek Selama Lebaran Capai Rp 34,8 Triliun

Whats New
Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Larangan Mudik Berakhir, Simak Syarat Keluar Kota Terbaru

Whats New
[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | 'Traveling' Hemat ke Jerman Selama Corona

[TREN WISATA KOMPASIANA] Macau Bukan Sekadar Tempat Berjudi | Urban Tourism, Tren Global yang Jadi Peluang Lokal | "Traveling" Hemat ke Jerman Selama Corona

Rilis
Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Selama Larangan Mudik, Trafik di Bandara Kelolaan AP I Hanya 66.096 Penumpang

Whats New
Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Mengenalkan Huruf dan Angka kepada Anak Prasekolah | Ini Cara Mengetahui dan Mengasah Bakat Anak Sejak Dini | Menilai dan Merumuskan Definisi Variabel Penelitian

Rilis
Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Mahalnya Iron Dome, Teknologi Israel Penghalau Roket Hamas

Whats New
Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Menaker Ida Harap Bulan Syawal Jadi Spirit Baru untuk Tingkatkan Kinerja Para Pegawai

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X