BNP Paribas Targetkan Milenial untuk Investasi Lingkungan dan Sosial

Kompas.com - 14/02/2019, 09:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT BNP Paribas Investment Partner melalui produk reksa dana indeks SRI-Kehati menawarkan cara baru berinvestasi. BNP Paribas bekerja sama dengan Yayasan Kehati membantu program mereka di sektor lingkungan dan sosial.

Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners (BNPP IP) Vivian Secakusuma mengatakan, penelitian di Inggris pada 2000, 2015, dan 2017 secara konsisten menunjukkan bahwa orang yang tertarik pada impact investing berada di usia di bawah 30 tahun.

Menurut Vivian, anak muda lebih memahami masalah lingkungan dan sosial saat ini.

"Saat saya masih muda, masih banyak air bersih, polusi dan sampah belum banyak. Tapi anak muda hidup dalam keaadaan sosial dan lingkungan yang sudah berbeda," kata Vivian di Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Vivian mengatakan, cara pandang anak muda melihat lingkungannya saat ini berbeda dengan generasi di atas usia 40 tahun. Dulu, polusi tidak semasif saat ini. Air bersih dulu juga masih mudah didapatkan. Seiring berjalannya waktu, air bersih dan udara jernih semakin langka didapat.

Di samping itu, belakangan makin banyak investor yang berada di rentang usia muda atau milenial. Ditambah lagi dengan bonus demografi yang akan didapatkan beberapa tahun ke depan di mana angka penduduk usia muda dan produktifnya melimpah.

Oleh karena itu, BNP Paribas mengambil potensi ini dengan menjadikan milenial sebagai target investor mereka.

"Ini tren ke depan yang mau tidak mau harus kami perhatikan sehingga investasi yang kami lakukan ada impact-nya ke sosial dan lingkungan," kata Vivian.

Ada tiga hal yang menjadi concern investor kesehatan, air bersih, dan edukasi. Sementara itu, tiga sektor yang punya potensi besar di Indonesia untuk melakukan investasi yang berdampak ialah di bidang energi, pertanian, dan air.

Vivian mengakui, tantangan ke depan yang dihadapi adalah bagaimana menggaet milenial yang kebanyakan berinvestasi untuk mencari imbal hasil belaka. Menurut dia, perlu pendekatan yang sifatnya berkenaan dengan keseharian mereka, seperti dengan teknologi.

"Awalnya ini sangat cocok buat investor milenial, tapi juga investor institusi. Mereka mulai memperhatikan apa dampak investasi ke sosial dan lingkungan hidup," kata Vivian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

APBN Surplus, Sri Mulyani Singgung Dampaknya ke Utang Pemerintah

Whats New
Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang 'Sembunyikan' Hartanya di Luar Negeri

Negara Kantongi Rp 61 Triliun dari WNI yang "Sembunyikan" Hartanya di Luar Negeri

Whats New
Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Sri Mulyani Siap Cairkan Duit APBN Rp 7,5 Triliun ke Garuda yang Lagi Dilanda Utang

Whats New
6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

6 Cara Cek Tagihan Listrik PLN lewat HP dengan Mudah

Whats New
Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak 'Sembunyikan' Hartanya di Singapura

Peserta Tax Amnesty Jilid II Paling Banyak "Sembunyikan" Hartanya di Singapura

Whats New
Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Pertamina Terima Kompensasi Rp 64 Triliun dari Negara

Whats New
Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Survei CPI: Perbankan Lebih Banyak Alokasikan Dana ke UMKM daripada ke Sektor Hijau

Rilis
Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Diterpa Isu Bakal Tutup, SehatQ Buka Suara

Whats New
Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Uji Coba Beli Pertalite Pakai MyPertamina Dimulai, Ini Solusi Bagi yang Tidak Punya HP

Whats New
Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Menaker: Sebagian Hidup Menpan-RB Tjahjo Kumolo Didedikasikan untuk Negara

Whats New
Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Tolak Beli Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Buruh: Itu Melanggar Hak Asasi Manusia

Whats New
Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Aplikasi dan Web MyPertamina Sempat Eror, Ini Kata Pertamina

Whats New
Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Sri Mulyani: Tjahjo Kumolo Rekan Sejawat yang Kompak dan Dapat Diandalkan...

Whats New
Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Tarif Listrik Naik per 1 Juli 2022, Ini Cara Turun Daya Listrik PLN

Whats New
Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Sosok Tjahjo Kumolo di Mata Buruh: Memotivasi dan Peduli

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.