Ini Penjelasan Lion Air soal Pesawat yang Kembali Mendarat Setelah 30 Menit Terbang

Kompas.com - 14/02/2019, 16:27 WIB
Pesawat Lion Air di Bandara APT Pranoto Samarinda Kalimantan Timur beberapa waktu laluKOMPAS.com/ Bambang P. Jatmiko Pesawat Lion Air di Bandara APT Pranoto Samarinda Kalimantan Timur beberapa waktu lalu

JAKARTA, KOMPAS.com — Manajemen Lion Air Grup memberikan penjelasan mengenai pesawat JT-780 yang melayani rute dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, menuju Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Palu, yang sempat mengalami return to base pada Selasa (12/2/2019).

Baca: Kesaksian Penumpang Lion Air yang Mendarat Setelah 30 Menit Terbang, Pesawat Oleng, hingga Semua Histeris

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan, langkah tersebut diambil telah dijalankan sesuai standar prosedur.

"Penerbangan Lion Air JT-780 pada (12/ 02) telah dipersiapkan dengan baik. Pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGY sebelum diberangkatkan menuju Palu sudah menjalani pemeriksaan lebih awal (pre-flight check) dan dinyatakan laik terbang," ujar Danang dalam keterangan terulisnya, Kamis (14/2/2019).

Danang menjelaskan, pesawat tersebut mengudara sesuai jadwal keberangkatan pukul 21.28 WITA. Dalam penerbangan ini, Lion Air membawa tujuh kru dan 149 penumpang.

Dalam memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan setelah terbang 30 menit pilot memutuskan untuk melakukan pendaratan kembali ke bandara asal. Keputusan tersebut sudah sesuai prosedur operasional karena ada technical dan membutuhkan pengecekan pesawat di darat.

"Pesawat mendarat secara normal di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 22.24 WITA. Sesaat setelah mendarat dan posisi pesawat sudah sempurna di landas parkir, seluruh penumpang diarahkan dan dibawa menuju ruang tunggu keberangkatan, guna mendapatkan informasi lebih lanjut dan pelayanan terbaik," kata Danang.

Baca juga: Sudah 30 Menit Terbang, Pesawat Lion Air Kembali Mendarat karena Kendala Teknis

Danang mengatakan, pihaknya sudah menginformasikan terkait penundaan keberangkatan kepada seluruh penumpang dan akan memberangkatkan dengan pesawat Lion Air lainnya. Lion Air juga memfasilitasi permintaan penumpang, seperti yang akan melakukan pengembalian dana (refund) dan perubahan jadwal terbang (reschedule) sesuai ketentuan.

Dalam upaya memberikan kenyamanan kepada penumpang, Lion Air telah memberangkatkan kembali JT-780D (12/ 02) pukul 23.35 WITA dengan menggunakan armada lainnya yaitu Boeing 737-900ER registrasi PK-LGP, yang mengangkut tujuh kru beserta 136 penumpang. Pesawat sudah tiba di Palu pukul 00.35 WITA.

Lion Air telah meminimalkan dampak yang timbul agar operasional Lion Air lainnya tidak terganggu.

Pesawat Boeing 737-900ER registrasi PK-LGY sudah dilakukan pemeriksaan dan perbaikan, serta dinyatakan laik terbang.

Sebelumnya, Muhammad Arief (44), warga Bangil, Pasuruan, tak bisa melupakan pengalaman hidup matinya saat terbang selama 30 menit di pesawat Lion JT-780.

Pesawat yang ditumpang Arief tersebut diduga mengalami kerusakan mesin dan turbulensi saat terbang di atas perairan Selat Makassar pada Selasa (12/2/2019).

Arief mengatakan, pesawat seakan hilang tenaga. Itu terjadi beberapa kali. Penumpang sudah menjerit panik karena pesawat seakan terjatuh dan oleng. Bahkan, pesawat sempat terbalik dan membuat penumpang histeris.

"Semua penumpang sudah histeris. Pesawat turbulensi seperti jatuh lalu terbang lagi, dan putar balik ke Makassar," ungkap Arief yang diceritakan kepada Suradi, salah seorang karyawan Hotel Dalto, tempat Arief menginap, kepada Tribunnews, Rabu (13/2/2019) dini hari.

Baca juga: Lion Air: Situasi Masih Sepi, tapi Tak Benar Jumlah Penumpang Hanya 3 Orang

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X