Faisal Basri: Cadangan Minyak Terus Diperkosa, Tapi Kita Malas Mengeksplorasi

Kompas.com - 14/02/2019, 19:02 WIB
Pengamat Ekonomi Faisal Basri saat di Jakarta, Kamis (14/2/2019). KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMAPengamat Ekonomi Faisal Basri saat di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan cadangan minyak nasional terus menipis. Menurut dia, cadangan minyak nasional di tahun 1980 sebesar 11,6 miliar barel dan saat ini hanya sekitar 3,2 miliar barel.

"Artinya kita menggasak minyak jauh lebih cepat dari usaha kita memperoleh cadangan (minyak) baru, (cadangan minyak) terus diperkosa, tapi malas mengeksplorasi," ujar Faisal di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Faisal memprediksi jika tak ada usaha untuk mengeksplorasi cadangan minyak nasional akan habis di 2026. Selain itu, pemerintah juga harus mendiversifikasi energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

Atas dasar itu, Faisal menilai pada debat capres yang kedua ini menarik disimak visi misi para kandidat untuk menjaga ketahanan energi nasional.

Baca juga: Faisal Basri: Kalau Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen, Kita akan Tua Sebelum Kaya

"Kta ingin dapat jawaban bagaimana kedua capres dan tawarannya menghadapi cadangan energi kita yang menurun drastis," ucap dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X