Faisal Basri: Janji Kampanye Capres Harus Masuk RPJMN

Kompas.com - 15/02/2019, 05:50 WIB
Pengamat ekonomi sekaligus mantan Komisioner KPPU Faisal Basri saat diskusi dengan media di Jakarta, Senin (25/6/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOPengamat ekonomi sekaligus mantan Komisioner KPPU Faisal Basri saat diskusi dengan media di Jakarta, Senin (25/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Ekonomi Faisal Basri mengatakan, janji kampanye dari pasangan calon presiden dan wakil presiden selama kampanye harus dimasukan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang telah disusun oleh Bappenas.

Hal tersebut perlu dilakukan agar pembangunan yang dilakukan dalam masa pemerintahannya terstruktur.

"Ayo tertib bernegara. Jangan tiru yang dilakukan negara lain yang tidak tertib. Janji kampanye harus masuk dalam RPJMN, itu jadi acuan," ujar Faisal di Jakarta, Kamis (14/2/2019).

Faisal pun mengkritik Presiden Joko Widodo yang tidak memenuhi janji kampanyenya.

Baca juga: Faisal Basri: Cadangan Minyak Terus Diperkosa, Tapi Kita Malas Mengeksplorasi

"Pak Jokowi di 2015 bilang akan bangun MRT di lima kota. Kalau Pak Jokowi ngomong gitu, itu tidak tertib RPJMN. Harusnya proyek yang dibangun sesuai dengan apa yang telah disusun secara tertib oleh Bappenas. Hasilnya pasti bagus," kata Faisal.

Menurut dia, janji calon presiden harus dimasukan ke RPJMN agar pembangunan negara tak asal-asalan.

"Proyek yang ngaco-ngaco ini tidak ada kajian akademisnya. Ayo tertib bernegara," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X