Airbus Berhenti Produksi Pesawat Jumbo A380, Mengapa?

Kompas.com - 15/02/2019, 07:26 WIB
Airbus A380. ShutterstockAirbus A380.

PARIS, KOMPAS.com — Produsen pesawat asal Eropa, Airbus, akan mengakhiri produksi pesawat jenis A380 yang telah beroperasi sejak 12 tahun lalu.

Dikutip dari BBC, Jumat (15/2/2019), Airbus mengatakan, pengiriman terakhir pesawat penumpang terbesar di dunia yang biaya produksinya mencapai 25 miliar dollar AS tersebut akan dilakukan pada 2021.

Keputusan tersebut muncul setelah pelanggan terbesar A380, Emirates, memutuskan memangkas pesanannya.

Baca juga: Airbus Bakal Hentikan Produksi A380, 3.500 Pekerja Terancam PHK?

Mahalnya biaya produksi A380 harus dibarengi persaingan dengan jenis pesawat yang lebih kecil dan efisien, dan hingga saat ini Airbus belum mencatat keuntungan dari penjualan A380.

Adapun masa depan pesawat komersial raksasa ini sudah dipertanyakan sejak beberapa tahun lalu lantaran lesunya pesanan.

Dalam sebuah keterangan tertulis pada Kamis (14/2/2019), Airbus mengatakan, keputusan menyakitkan untuk mengakhiri produksi A380 setelah maskapai penerbangan asal Dubai tersebut memangkas ukuran pesawat A380 secara keseluruhan, dari yang tadinya 162 unit menjadi hanya 123 unit.

Baca juga: Lagi, Airbus Pangkas Produksi Pesawat A380

Pihak Emirates menyatakan, dalam dua tahun ke depan akan melakukan pengiriman jenis A380. Namun, mereka juga memesan 70 Airbus dengan ukuran yang lebih kecil, yaitu A330 dan A350.

"Emirates telah menjadi pendukung setia A380 sejak awal," kata CEO Emirates Sheikh Ahmed bin Saeed al-Maktoum.

"Meskipun kami kecewa harus menyelesaikan pesanan kami, dan sedih program ini tidak dapat dipertahankan, kami menerima bahwa ini adalah kenyataan dari situasi ini," katanya.

Baca juga: Permintaan Sepi, Airbus Kembali Pangkas Produksi Pesawat Jumbo A380

Pemangkasan jumlah pesanan berarti tak ada lagi proses produksi, ujar CEO Airbus Tom Enders.

"Tidak ada dasar untuk mempertahankan produksi, terlepas dari semua upaya penjualan kami dengan maskapai lain dalam beberapa tahun terakhir," ujarnya.

Airbus telah menggelontorkan 563 juta dollar AS dana untuk menutupi berhentinya proses produksi A380. Namun, diharapkan ada pembayaran kembali dari utang pemerintah yang bisa menutupi dana tersebut.

Produsen pesawat raksasa tersebut mengatakan, dampak finansial dari keputusan tersebut akan berimbas pada laporan keuangan 2018 perusahaan yang menunjukkan laba bersih senilai 3,38 miliar dollar AS, naik 30 persen dari tahun sebelumnya. Sebagai catatan, Airbus akan mengirimkan setidaknya 880 hingga 890 pesawat komersial tahun ini.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X