Januari 2019, Neraca Perdagangan RI Defisit 1,16 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 15/02/2019, 10:20 WIB
Kepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/2/2019) Kompas.com/YOGA SUKMANAKepala BPS Suhariyanto di kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/2/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit. Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS), defisit angkanya sebesar 1,16 miliar dollar AS pada Januari 2019.

Defisit ini lebih besar dari Desember 2018 yang sebesar 1,03 miliar dollar AS dan Januari 2018 sebesar 0,76 miliar dollar AS.

"Defisit Januari 2019 karena defisit migas yang mencapai 451,8 juta dollar AS dan juga defisit non migas 704,7 miliar dollar AS," ujar Kepala BPS Suhariyanto, Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Baca juga: Defisit Neraca Perdagangan Jeblok di 2018, Bagaimana 2019?

"Di migas, hanya gas saja yang masih mengalami surplus yaitu sebesar 909,9 juta dollar AS", sambungnya.

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia pada Januari 2019 mencapai 13,87 miliar dollar AS. Namun demikian, angka ini turun 3,24 persen dibandingkan Desember 2018 dan 4.70 persen dibandingkan Januari 2018.

Ekspor Januari 2019 terdiri dari nonmigas sebesar 12,63 miliar dollar AS dan ekspor migas sebesar 1,23 miliar dollar AS.

Baca juga: Cegah Defisit Neraca Perdagangan, Pemerintah Optimalkan Sektor Manufaktur

Sedangkan impor Januari 2019 mencapai 14,03 miliar dollar AS, turun 2,19 persen dibandingkan Desember 2018 dan 1,83 persen dibandingkan Januari 2018.

Impor Januari 2019 terdiri dari nonmigas mencapai 13,34 miliar dollar AS dan migas sebesar 1,69 miliar dollar AS.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X