Twitnya Menuai Polemik, CEO Bukalapak Minta Maaf

Kompas.com - 15/02/2019, 11:28 WIB
CEO Bukalapak, Ahmad Zaky di acara HUT BUkalapak ke-9 di Jakarta, Kamis (10/1/2019). KOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma PertiwiCEO Bukalapak, Ahmad Zaky di acara HUT BUkalapak ke-9 di Jakarta, Kamis (10/1/2019).

KOMPAS.com — Media sosial tengah ramai membicarakan kicauan Chief Executive Officer (CEO) Bukalapak Achmad Zaky yang menyinggung soal dana research and development Indonesia yang dinilainya tertinggal dari negara lain.

Dalam twitnya, Zaky menulis: "Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451 B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24 Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin".

Sontak twit ini menjadi bahan pembicaraan di media sosial Twitter pada Kamis (14/2/2019).

Twit tersebut kemudian dipersoalkan oleh sejumlah warganet atau pengguna Twitter. Mereka bahkan memunculkan tagar #uninstallbukalapak.

Hingga saat ini tagar tersebut masih terpampang dalam urutan atas tren di Indonesia.

Baca juga: 12.000 Ide baru untuk Wajah Baru Bukalapak

Menilik banyaknya warganet yang mempersoalkan, Zaky pun mengklarifikasi twitnya itu. Dia pun meminta maaf jika ada kesalahpahaman mengenai twit itu.

"Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial," ujar Zaky, dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, Jumat (15/2/2019).

Zaky mengungkapkan bahwa ia tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu.

Menurut Zaky, twit itu merupakan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

Selain itu, Zaky juga sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Oleh karena itu, ia berharap agar investasi dalam bidang riset dan sumber daya manusia (SDM) yang tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia.

"Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," ujar Zaky.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X