KILAS EKONOMI

Pentingnya Komitmen Daerah untuk Sukseskan Program Pertanian 2019

Kompas.com - 15/02/2019, 11:35 WIB
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Eddy dalam rapat teknis (Ratek) di Banjarmasin, 13-15 Feb 2019. Ratek diikuti oleh 160 pejabat daerah dalam lingkup pertanian.Dok. Humas Kementan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Eddy dalam rapat teknis (Ratek) di Banjarmasin, 13-15 Feb 2019. Ratek diikuti oleh 160 pejabat daerah dalam lingkup pertanian.

Berdasarkan data, capaian kinerja Ditjen PSP tahun 2018 mencapai 87,74 persen atau Rp 5,11 triliun dari total pagu anggaran Ditjen PSP Tahun 2018 sebesar Rp 5,83 triliun.

Selain itu, menurut data OM SPAN per 14 Januari 2019 sisa anggaran yang tidak terserap (sisa mati) sebesar Rp. 715 miliar (12,26 persen).

"Namun demikian, kami tetap memberikan apresiasi kepada para stakeholder terutama bagi Dinas lingkup Pertanian di daerah yang telah bekerja keras untuk mewujudkan swasembada pangan di Indonesia. Harapan kami kinerja ini akan meningkat dan jauh lebih baik lagi pada tahun 2019," tutur Sarwo Eddy.

Fokus utama Ditjen PSP sendiri di tahun 2019 ini meliputi optimalisasi lahan rawa untuk mendukung produksi padi nasional serta dukungan Ditjen PSP terhadap Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Salah satu program Serasi di antaranya meliputi kegiatan cetak sawah terkait dengan pencapaian target nawacita dan evaluasi.  Untuk pelaksanaannya berupa pemberdayaan dan pendayagunaan bantuan alat dan mesin pertanian, khususnya excavator berat, dan alsintan.

Selain itu, ada pula program konsepsi Pembentukan Badan Layanan Umum (BLU) Pembiayaan Pertanian dan alokasi pupuk bersubsidi melalui penyusunan e-RDKK dan pendekatan kartu tani.

"Indonesia memiliki potensi lahan rawa yang sangat besar tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Daerah rawa di Indonesia memiliki potensi lahan rawa seluas 33,4 juta ha yang terdiri dari lahan pasang surut seluas 23,05 juta ha dan rawa lebak seluas 10,35 juta ha. Dari jumlah tersebut, yang potensial untuk pertanian seluas 10,90 juta ha," ujar Sarwo Eddy.

Kemudian, lanjutnya, pada tahun 2019 pengembangan lahan rawa akan ditargetkan seluas 500.000 ha yang tersebar di lima provinsi, yaitu Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

"Untuk merealisasikan target program tersebut, maka Ditjen PSP sesuai tugas dan fungsinya bertanggung jawab terhadap aspek pembangunan dan perbaikan infrastruktur yang diperlukan serta bantuan alat mesin pertanian pra panen yang diperlukan," tandasnya.

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X