2 Kubu Capres Paling Banyak "Perang Online" soal Infrastruktur dan Pangan

Kompas.com - 15/02/2019, 17:54 WIB
Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi di kantornya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019). KOMPAS.com/Devina Halim Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi di kantornya, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (24/1/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem monitoring media online, Drone Emprit, menganalisis gejolak dunia maya mengenai tema debat calon presiden kedua mengenai pangan, infrastruktur, energi, lingkungan hidup dan sumber daya alam.

Dari riset yang diakukan Drone Emprit selama sebulan, diketahui bahwa perang online antara kedua kubu maupun pendukungnya di dunia maya paling banyak soal infrastruktur dan pangan.

Adu kicauan tentang isu tersebut paling banyak terdapat di media sosial Twitter.

"Isu pangan dan infrastruktur paling banyak dibincangkan keduanya," ujar Pendiri Drone Emprit Ismail Fahmi di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Baca juga: Jokowi dan Prabowo, Siapa Lebih Punya Jawaban soal Pangan?

Ismail mengatakan, kedua isu tersebut paling banyak digunakan kubu Prabowo Subianto untuk menyerang kubu Joko Widodo. Di sisi lain, kubu Jokowi banyak memperbincangkan dua isu itu kebanyakan sebagai klarifikasi atas serangan dan meluruskan berita-berita bohong.

Kubu Jokowi cenderung mengangkat keberhasilan mereka di sisi infrastuktur sebagai alat promosi untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas.

Namun, kata Ismail, kubu Jokowi lebih sedikit menyerang kubu Prabowo pada topik-topik ini karena belum terlihat gagasannya soal infrastruktur maupun pangan sehingga tidak bisa jadi bahan untuk "digoreng".

"Belum tampak ada program yang bisa diserang. Kubu 01 mungkin berpikir, daripada menyerang, lebih baik mempromosikan program sendiri," kata Ismail.

Untuk sektor pangan, Drone Emprit menangkap fenomena yang berbeda antara kubu Jokowi dan Prabowo. Di kelompok kicauan kubu Jokowi dan pendukungnya di dunia maya, warnanya lebih banyak hijau dan sedikit warna merah. Hal ini menandakan bahwa lebih banyak kicauan positif yang disampaikan kubu mereka dan hanya sedikit kicauan bernada negatif.

Sebaliknya, di kelompok Prabowo dan pendukungnya terdapat indikator berwarna merah yang lebih besar ketimbang warna hijau. Hal ini menandakan, kicauan bernada negatif dari kubu kedua lebih banyak ketimbang kicauan bernada positif.

Salah satu yang menyebabkan kicauan negatif soal pangan yakni kebiasaan cawapres Prabowo, Sandiaga Uno, yang hampir selalu membahas pangan setiap kali mengunjungi konstituen. Misalnya, saat ia membahas tempe setipis kartu ATM, sulitnya petani untuk panen, hingga mahalnya harga pangan.

Grafik serupa juga terlihat saat pembahasan isu infrastruktur.

" Infrastruktur (grafiknya) cenderung bagus Jokowi dibandingkan Prabowo. Merah sentimennya negatif karena 02 banyak menyerang," kata Ismail.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Visi Misi Capres-Cawapres Bidang Pangan



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X