Penjualan Motor dan Mobil Kuat, Adira Raup Laba Bersih Rp 1,82 Triliun

Kompas.com - 15/02/2019, 19:10 WIB
Presiden Direktur PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), Hafid Hadeli (tengah) dan Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila (kanan) berfoto bersama di Jakarta, Jumat (15/2/2019).KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA Presiden Direktur PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), Hafid Hadeli (tengah) dan Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila (kanan) berfoto bersama di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) mencatatkan laba bersih sekitar Rp 1,8 triliun sepanjang 2018. Ini berkat penjualan sepeda motor dan mobil yang terus mengalami pertumbuhan signifikan.

"Kami puas telah membukukan pertumbuhan laba bersih yang kuat mencapai Rp 1,82 triliun,” kata Presiden Direktur PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), Hafid Hadeli di Jakarta, Jumat (15/2/2019).

Hafid menyebutkan, hingga Desember 2018 lalu, penjualan sepeda motor domestik mencapai 6,4 juta unit atau tumbuh sebesar 8,4 persen dibandingkan tahun lalu. Ini merupakan pertumbuhan tahunan tertinggi sejak penurunan penjualan domestik yang terjadi pada 2015 silam.

"Sementara penjualan mobil terus tumbuh sebesar 7 persen menjadi 1,15 juta unit, didukung oleh pertumbuhan penjualan mobil komersial baru sebesar 18 persen dan mobil penumpang baru sebesar 4 persen," ujarnya.

Baca juga: Selama 2018, BRI Raup Laba Bersih Rp 32,4 triliun

Menurut dia, peningkatan tersebut juga dipengaruhi adanya pembangunan sejumlah proyek infrastruktur, konstruksi, dan pertambangan di Indonesia. Sehingga membantu meningkatkan penjualan pada segmen mobil komersial.

"Segmen sepeda motor baru dan mobil baru berkontribusi besar terhadap pertumbuhan secara keseluruhan. (Juga) didorong oleh pertumbuhan pembiayaan baru, piutang yang dikelola tumbuh 13 persen menjadi Rp 51,3 triliun," sebutnya.

Dia menuturkan, laba bersih tersebut naik sebesar 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, laba bersih yang lebih tinggi ini didorong adanya kenaikan pendapatan bunga sebesar 12 persen menjadi sebesar Rp 10,9 triliun.




Close Ads X