Satgas Investasi: Ada Kemungkinan Fintech Legal Lakukan Ancaman

Kompas.com - 15/02/2019, 19:53 WIB
Juru Bicara OJK Sekar Putih Djarot dan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing di Jakarta, Rsbu Mutia FauziaJuru Bicara OJK Sekar Putih Djarot dan Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing di Jakarta, Rsbu

JAKARTA, KOMPAS.com - Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi menegaskan tidak akan menoleransi perusahaan financial technology ( fintech) pinjam-meminjam (lending) yang melakukan ancaman kepada pemenjamanya.

Ini menyusul jatuhnya korban, peminjam fintech yang bunuh diri beberapa waktu lalu.

"Kami tidak menoleransi tindakan-tindakan intimidasi atau teror yang dilakukan dalam penagihan pinjaman. Sehingga membuat orang tertekan," kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L Tobing kepada Kompas.com, Jumat (15/2/2019).

Menurut Tongam, ada sebuah kemungkinan fintech lending legal juga akan melakukan pengancaman kepada peminjamnya. Sehingga timbul penekanan yang berlebihan yang menimbulkan hal yang tidak sangka.

"Hal ini mungkin saja dilakukan oleh fintech yang legal. Jika ini terjadi maka Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) akan melakukan tindakan kepada fintech tersebut," tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya sangat perihatin dan menyayangkan apa menimpa seorang peminjam pada fintech landing, walau kini belum diketahui legal atau ilegal.

Ia juga meyakini, proses penagihan berisi ancaman dan desakan berlebuhan dilakukan oleh fintech ilegal atau tak terdaftar di OJK.

"Satgas Waspada Investasi telah melakukan berbagai upaya untuk mempersempit ruang gerak fintech ilegal ini. Satgas mengumumkan ke masyarakat daftar fintech ilegal. Satgas melalui Kemenkominfo memblokir situs dan menghapus aplikasinya. Satgas juga menyampaikan laporan informasi ke Polisi," paparnya.

Sisi lain, lanjut Tongam, Satgas Waspada Investasi secara berlanjut melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan kegiatan dengan fintech ilegal. Yakni pinjam meminjam. Sebab risikonya sangat besar.

"Kami juga mendorong proses penegakan hukum dengan meminta kepada masyarakat untuk melapor ke polisi apabila merasa dirugikan oleh fintech ilegal," imbuhnya.

Diketahui, Senin (11/2/2019) lalu ditemukan sopir taksi yang tewas gantung diri di kamar kos-kosan di Jalan Mampang Prapatan VII, Tegal Parang, Jakarta Selatan.

Sopir taksi dengan inisial Z (35) tersebut ditemukan sempat menulis surat yang berisi permohonan kepada pihak berwajib untuk memberantas pihak-pihak yang memberikan pinjaman online.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kekayaan Jack Ma Lenyap Rp 22 Triliun, Mengapa?

Kekayaan Jack Ma Lenyap Rp 22 Triliun, Mengapa?

Work Smart
Hutama Karya: H-7 hingga Hari H Lebaran, 310.000 Kendaraan Lewat Tol Trans Sumatera

Hutama Karya: H-7 hingga Hari H Lebaran, 310.000 Kendaraan Lewat Tol Trans Sumatera

Whats New
Ironi Gula, Eksportir era Hindia Belanda, Jadi Importir Usai Merdeka

Ironi Gula, Eksportir era Hindia Belanda, Jadi Importir Usai Merdeka

Whats New
Harga Gula Bisa di Bawah Rp 10.000 Per Kg Tanpa Impor, asalkan...

Harga Gula Bisa di Bawah Rp 10.000 Per Kg Tanpa Impor, asalkan...

Whats New
Perusahaan-perusahaan Global Ini Bakal Terapkan WFH secara Permanen

Perusahaan-perusahaan Global Ini Bakal Terapkan WFH secara Permanen

Work Smart
Pemerintah Inggris Siapkan Bailout untuk Perusahaan-perusahaan Papan Atas

Pemerintah Inggris Siapkan Bailout untuk Perusahaan-perusahaan Papan Atas

Whats New
Jepang Kembali Gelontorkan Stimulus Rp 13.656 Triliun, Buat Apa Saja?

Jepang Kembali Gelontorkan Stimulus Rp 13.656 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
Sejak Awal Tahun, Harta Bos Djarum Berkurang Rp 177 Triliun

Sejak Awal Tahun, Harta Bos Djarum Berkurang Rp 177 Triliun

Whats New
Panduan Lengkap Penerapan New Normal yang Wajib Dipatuhi Perusahaan

Panduan Lengkap Penerapan New Normal yang Wajib Dipatuhi Perusahaan

Whats New
Hari Pertama Idul Fitri 2020, Jumlah Penumpang KRL Anjlok 90 Persen

Hari Pertama Idul Fitri 2020, Jumlah Penumpang KRL Anjlok 90 Persen

Whats New
Aturan New Normal: Jarak Antar-karyawan di Kantor Minimal 1 Meter

Aturan New Normal: Jarak Antar-karyawan di Kantor Minimal 1 Meter

Whats New
Kembali dari Mudik, PNS Harus Lampirkan Surat Pernyataan Kampungnya Bebas PSBB

Kembali dari Mudik, PNS Harus Lampirkan Surat Pernyataan Kampungnya Bebas PSBB

Whats New
Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian

Kurangi Gagal Panen, Kementan Terus Galakkan Program Asuransi Pertanian

Rilis
Jaga Stabilitas Pangan, Kementan Terus Optimalisasi Lahan Rawa

Jaga Stabilitas Pangan, Kementan Terus Optimalisasi Lahan Rawa

Whats New
Hingga H-1, Jasa Marga Catat 465.582 Kendaraan yang Tinggalkan Jakarta

Hingga H-1, Jasa Marga Catat 465.582 Kendaraan yang Tinggalkan Jakarta

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X