KILAS EKONOMI

Berjasa bagi Masyarakat dan Lingkungan, PT Bukit Asam Raih Penghargaan

Kompas.com - 16/02/2019, 11:06 WIB
Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin juga dinobatkan sebagai The Best CEO kategori Strategic Orientation pada Perusahaan BUMN Tbk pada Malam Anugerah BUMN 2018 di JW Marriot Jakarta, Kamis (9/8/2018)Dok. Humas PTBA Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin juga dinobatkan sebagai The Best CEO kategori Strategic Orientation pada Perusahaan BUMN Tbk pada Malam Anugerah BUMN 2018 di JW Marriot Jakarta, Kamis (9/8/2018)

KOMPAS.com — PT Bukit Asam (PTBA) meraih dua penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan ( KLHK) sebagai perusahaan ramah lingkungan dan dalam pemberdayaan masyarakat.

Sebagai informasi, setiap tahun KLHK mengadakan penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) sebagai apresiasi atas kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan yang ada.

PTBA berhasil menyabet kategori Proper Emas dan Hijau. Penghargaan langsung diberikan Menteri LHK Siti Nurbaya kepada Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin akhir tahun lalu di Hotel Bidakara, Jakarta.

“Diraihnya ini semua bukti bahwa PTBA merupakan perusahaan tambang yang peduli lingkungan," tutur Arviyan Arifin sesuai dengan informasi yang Kompas.com terima, Jumat (15/2/2019).

Khusus kategori emas yang diraih Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE) menjadi pencapaian PTBA sebagai satu-satunya perusahaan tambang batu bara yang berhasil meraih Proper Emas sebanyak enam kali berturut-turut sejak 2013. Sementara itu, Proper Hijau merupakan yang pertama diraih oleh Unit Peltar PTBA.

Efisiensi energi

Penghargaan yang diterima PTBA bukan tanpa sebab. Ini karena berbagai inovasi dan efisiensi terus diupayakan oleh PTBA.

Salah satu inovasi yang dilakukan di Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE) yang menerima kategori Proper Hijau adalah efisiensi energi.

Dengan menggunakan batu bara limbah dan batu bara kalori rendah sebagai bahan bakar PLTU milik sendiri, UPTE mampu mengurangi ketergantungan suplai listrik dari PT PLN (Persero) sehingga produksi tetap terjaga.

Sementara itu, excess power (kelebihan tenaga listrik) sebesar 10,2 juta kWh per bulan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Caranya dengan peningkatan rasio elektrifikasi lewat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang dibangun PTBA.

Lalu dengan menggandeng Auditor Energi yang telah tersertifikasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), PTBA dapat melakukan manajemen energi serta melakukan audit energi secara berkala.

Mengatasi limbah dan pemberdayaan masyarakat

Halaman:


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X