KILAS EKONOMI

Sertifikasi Pekerja Seni untuk Perlindungan "Skill"

Kompas.com - 17/02/2019, 15:40 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri saat menghadiri acara musik bertajuk Seni Sebagai Pemersatu Bangsa di Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019) kemarin. Dok. KemenakerMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri saat menghadiri acara musik bertajuk Seni Sebagai Pemersatu Bangsa di Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019) kemarin.

KOMPAS.com - Perlindungan terbaik bagi pekerja seni atau pemusik adalah perlindungan terhadap keterampilan yang mereka miliki.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menjelaskan, wujud dari perlindungan tersebut adalah melalui sertifikasi profesi.

Hanif melanjutkan, tak hanya melindungi musisi, sertifikasi ini juga merupakan senjata untuk menang dalam persaingan.

"Jika mau memenangkan persaingan, ke depan cepat atau lambat kita harus mulai memikirkan ini. Soal skemanya seperti apa, kita kembalikan kepada musisi," ucap Hanif saat menghadiri acara musik bertajuk "Seni Sebagai Pemersatu Bangsa" di Depok, Jawa Barat, Sabtu (16/2/2019).

Baca juga: Bersama Artis, Menaker Diskusikan Ketenagakerjaan Artis dan Pekerja Seni

Pemerintah perlu memfasilitasi para pekerja seni dengan membuat pusat pelatihan dan sertifikasi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanif menggambarkan, di luar negeri saja sekelas musisi jalanan sudah tersertifikasi. Skill mereka diakui dan dilindungi oleh sertifikat tersebut.

"Di luar negeri, pengamen di jalan saja tersertifikasi. Makanya kita sering melihat di video-video, pengamen jalanan di Eropa main musiknya bagus banget karena keahlian mereka telah tersertifikasi," ujar Hanif.

Selain menyoroti soal sertifikasi, Hanif juga mengatakan bahwa pentingnya membangun ekosistem permusikan yang kondusif seperti menciptakan ruang publik yang ramah bagi musisi jalanan.

"Misalnya teman-teman pengamen. Mereka mengamen di jalan dikejar-kejar, tapi tempat mengamen tidak ada. Namun, saya bersyukur di Depok para pengamen bisa bermain di mal. Ini salah satu contoh ekosistem yang baik. Ada ruang publik, ada ruang untuk inovasi, dan ada penghargaan," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.