Melorot 1,42 Persen dalam Sepekan, Bagaimana Nasib Rupiah Pekan Depan?

Kompas.com - 17/02/2019, 17:08 WIB
Petugas menunjukan pecahan dollar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (29/6/2018) siang berada pada level Rp 14.360.MAULANA MAHARDHIKA Petugas menunjukan pecahan dollar Amerika di salah satu gerai penukaran mata uang di Kwitang, Jakarta, Jumat (29/6/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada perdagangan Jumat (29/6/2018) siang berada pada level Rp 14.360.

JAKARTA, KOMPAS.com - Rupiah kembali melemah di akhir perdagangan pekan lalu lantaran terseret sentimen negatif dari pelebaran defisit neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2019 menjadi 1,15 miliar dollar AS. Pelemahan rupiah ini diperkirakan masih akan berlanjut pada pekan depan.

Mengutip Bloomberg, rupiah pada Jumat (15/2/2019) ditutup di level Rp 14.154 per dollar AS, melemah 0,45 persen dari sehari sebelumnya yang ada di posisi Rp 14.090 dollar AS. Selama sepekan, rupiah melemah 1,42 persen dari Rp 13.955 per dollar AS.

Sementara itu, di Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) rupiah pada Jumat ada di level Rp 14.116 per dollar AS, melemah 0,16 persen dibanding sehari sebelumnya yang ada di Rp 14.093 per dollar AS. Selama sepekan, rupiah pada acuan kurs tengah BI ini melemah 0,88 persen.

Defisit neraca perdagangan pada Januari ini lebih buruk defisitnya daripada Desember 2018 dan Januari 2018. Implikasinya investor asing mulai keluar dari pasar saham Rp 3 triliun dalam sepekan terakhir.

Baca juga: Rupiah Kembali ke Level Rp 14.000 Per Dollar AS, BI Disarankan Intervensi

“Konsekuensi dari pelebaran defisit neraca perdagangan, investor khawatir defisit transaksi berjalan (current account deficit) akan melebar sepanjang tahun 2019,” Kata Bhima Yudhistira, ekonom Indef kepada Kontan.co.id, Jumat (15/2/2019).

Bhima memerkirakan, rupiah pada perdagangan awal pekan masih akan tergerus. Beberapa sentimen yang perlu dicermati di antaranya negosiasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China, perpanjangan proposal Brexit, serta kekhawatiran deflasi di China karena turunnya permintaan global.

Bhima memprediksi pada Senin (18/2/2019) rupiah bergerak di level Rp 14.200-Rp 14.350 per dollar AS.

Sementara dalam sepekan ke depan rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran harga Rp 14.150-Rp 14.300 per dollar AS. (Yusuf Imam Santoso)

Artikel ini telah tayang di Kontan.co. id dengan judul Rupiah masih dibayangi sentimen negatif, simak prediksi ekonom untuk pekan depan



Sumber

Close Ads X